SUARAINDO.ID —— Aksi perusakan bangunan dapur Makan Bergizi Gratis, yayasan pondok pesantren di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, sangat disayangkan Pemdes dan Polsek setemoat, Rabu 18 Pebruari 2026.
Peristiwa tersebut diduga dipicu kekecewaan sejumlah pemuda dusun Paok Lombok Timu, terkait pembangunan ruang MBG (Makan Bergizi Gratis) di lingkungan pondok.
Kepala Desa Paok Lombok, H. Rasidi, menegaskan pihak pemerintah desa berupaya mengambil jalan tengah agar persoalan tidak berujung pada konflik berkepanjangan.
“Sebagai pemerintah desa, kami berharap tidak terjadi saling lapor-melapor. Baik pelaku maupun pengurus yayasan adalah warga kami sendiri. Kami mengambil jalan tengah yang terbaik dan berupaya mendorong mediasi kedua belah pihak,” ujar Rasidi.
Rasidi mengimbau, agar masyarakat tidak mudah terpancing isu maupun provokasi pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, sebelum aksi terjadi, pemerintah desa telah beberapa kali memfasilitasi pertemuan antara pemuda dan pengurus yayasan.
“Sudah tiga kali dilakukan mediasi sebelum aksi itu terjadi. Bahkan kami bersama pihak kepolisian sempat mengumpulkan para pemuda di rumah kepala dusun untuk menghindari aksi demonstrasi,” jelasnya.
Rasidi menerangkan, dari pengakuan perwakilan pemuda bahwa persoalan bermula dari tidak adanya rapat koordinasi awal dari pihak yayasan serta status tanah yang merupakan tanah wakaf masyarakat.
Di sisi lain, pengurus yayasan menyampaikan bahwa pembangunan ruang MBG tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pendanaan operasional pondok pesantren.
“Pada rapat koordinasi hari Minggu, akhirnya disepakati pembangunan tetap dilanjutkan karena disebut menjadi salah satu sumber pendapatan pondok,” katanya.
Rasidi menyayangkan tindakan tersebut dan meminta masyarakat menyampaikan aspirasi secara tertib.
“Silakan menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai melakukan perusakan seperti tadi malam. Itu tidak baik dan merugikan semua pihak,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Suralaga, Iptu Lalu Marsowan, menyatakan kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Lombok Timur dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
“Ini masih dalam lidik. Kami belum bisa memastikan jumlah pelaku maupun total kerugian karena prosesnya ditangani oleh Polres,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan sementara, pelaku diduga berasal dari wilayah setempat.
Marsowan menambahkan, aksi tersebut dilatarbelakangi penolakan sebagian pemuda yang menilai pembangunan ruang MBG mengganggu kegiatan belajar, karena dua ruang kelas sempat difungsikan untuk kegiatan tersebut.
Sebelumnya, pertemuan antara pemuda dan pengurus yayasan telah digelar pada 10 Februari, namun belum menghasilkan kesepakatan.
Pertemuan lanjutan pada 12 Februari malam juga belum menemukan titik temu, hingga akhirnya terjadi aksi perusakan.
Meski demikian, pihak kepolisian memastikan situasi keamanan di wilayah Desa Paok Lombok saat ini dalam kondisi kondusif.
“Untuk situasi terakhir, wilayah masih aman dan terkendali. Kami tetap mengimbau masyarakat menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi,” pungkasnya.
Pemerintah desa bersama aparat kepolisian dan pihak kecamatan berkomitmen, terus mendorong dialog guna mencari solusi terbaik agar persoalan tidak semakin meluas dan kegiatan pendidikan di pondok pesantren dapat berjalan normal kembali.













