SUARAINDO.ID ——- Bupati Lombok Timur, Drs H. Haerul Warisin, menyampaikan rasa syukur atas informasi penemuan seorang anak yang sebelumnya dilaporkan hanyut di wilayah Selong.
Anak tersebut diduga ditemukan di perairan Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, setelah beberapa hari pencarian intensif oleh tim gabungan.
“Ya, jadi saya atas nama pemerintah sangat bersyukur mendengar informasi bahwa korban yang hanyut itu, yang berhari-hari dicari oleh polisi, tentara, dan semua elemen masyarakat yang peduli, akhirnya ada kabar ditemukan,” ujar Bupati, saat memgunjungi rumah duka, Jumat 27 pebruari 2026.
Menurutnya, informasi yang diterima menyebutkan, bahwa ciri-ciri anak yang ditemukan di Pulau Moyo memiliki kesamaan dengan anak yang dilaporkan hilang di Kelurahan Selong.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu kepastian identitas dari keluarga.
“Yang penting sekarang doa kita, mudah-mudahan anak yang ditemukan ini benar anak dari keluarga kita di Selong, sehingga keluarganya bisa tenang,” katanya.
Bupati menegaskan, pemerintah daerah akan memfasilitasi kebutuhan keluarga korban, termasuk kendaraan, serta akomodasi untuk proses penjemputan ke Sumbawa.
“Kita fasilitasi semua kendaraan dan kebutuhan lainnya, 100 persen kita tanggulangi demi masyarakat kita,” tegasnya.
Terkait lokasi kejadian, Bupati menjelaskan bahwa saluran air di wilayah Selong tidak seluruhnya terbuka dan memiliki fungsi penting dalam sistem drainase.
Menurutnya, penutupan saluran justru dapat menyulitkan proses pembersihan.
Bupati juga mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat musim hujan.
“Ini kali yang ada di wilayah Selong sudah berkali-kali berbahaya. Orang tua ke depan harus menjaga anak-anaknya, terutama di musim hujan. Jangan sampai mereka bermain di kali, apalagi pada usia yang belum mampu menolong dirinya sendiri,” imbaunya.
Sementara itu, orang tua korban, Busairi menyampaikan harapannya agar proses penjemputan segera dilakukan setelah adanya kepastian identitas.
Ia mengaku telah mendapatkan informasi bahwa pemerintah daerah akan membantu seluruh biaya dan akomodasi.
“Katanya sudah disiapkan semuanya biaya dan akomodasinya. Kapan kira-kira berangkat ke Sumbawa?” ujarnya.
Busairi menceritakan, sebelum kejadian, korban sempat terlibat pertengkaran kecil dengan adiknya. Saat itu ia sedang beristirahat dan tidak mengetahui secara pasti bagaimana anaknya bisa keluar rumah hingga akhirnya hanyut.
Korban diketahui merupakan anak pertama dari istri kedua dalam keluarga tersebut.
Hingga saat ini, keluarga bersama aparat terkait masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut untuk memastikan identitas anak yang ditemukan di Pulau Moyo.
Balita Hanyut di Selong Diduga Ditemukan di Pulau Moyo, Bupati Fasilitasi Penjemputan Keluarga













