Feri Bardan–Siantan Kembali Beroperasi, Layanan Masih Dibatasi Demi Keselamatan

  • Bagikan
Feri penyebrangan Bardan-Siantan kembali beroperasi setelah beberapa pekan berhenti. SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Feri penyeberangan Bardan–Siantan kembali beroperasi setelah beberapa pekan sebelumnya berhenti akibat kerusakan sejumlah fasilitas dermaga. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (25/3/2026) sore, aktivitas penyeberangan sudah mulai berjalan sejak Selasa dan kembali dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Meski layanan telah dibuka, operasional feri untuk sementara masih memberlakukan pembatasan jenis kendaraan yang diperbolehkan melintas. Saat ini, penyeberangan hanya melayani kendaraan roda dua dan roda empat tertentu, sementara kendaraan berukuran besar di atas roda empat belum diizinkan menggunakan jasa tersebut.

Wali Kota Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pontianak memprioritaskan faktor keselamatan dalam pengoperasian kembali feri.

“Kita mengutamakan keselamatan. Kemarin dermaganya rusak, kalau dipaksakan akan berdampak terhadap kecelakaan, sehingga kita menunggu proses perbaikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Yuli Trisna Ibrahim, menjelaskan secara rinci kendaraan yang diperbolehkan menggunakan feri yang dikenal sebagai KMP Jembatan Kapuas tersebut.

Menurutnya, kendaraan yang diizinkan melintas meliputi sepeda motor, kendaraan roda tiga, mobil pribadi, pickup tanpa muatan, penumpang umum atau pejalan kaki, serta sepeda.

Sementara itu, kendaraan yang belum diperbolehkan menumpang antara lain truk dan bus, baik bermuatan maupun kosong, truk sedang atau engkel, mobil pickup bermuatan, serta mobil box.

“Untuk sementara jenis kendaraan tersebut tidak diperbolehkan menumpang kapal feri penyeberangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebijakan pembatasan diberlakukan guna menjaga keamanan seluruh pengguna jasa, mengingat kondisi dermaga sebelumnya mengalami kerusakan.

“Kebijakan ini diberlakukan demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama,” jelasnya.

Kembalinya operasional feri disambut positif masyarakat, khususnya warga Pontianak Utara yang sangat bergantung pada akses penyeberangan tersebut untuk menuju pusat kota.

Salah seorang warga Pontianak Utara, Maulana (46), mengaku bersyukur layanan feri kembali dibuka karena sangat membantu aktivitas harian masyarakat.

“Alhamdulillah feri sudah beroperasi lagi. Kami yang tinggal di Pontianak Utara sangat terbantu karena akses jadi lebih cepat dan tidak perlu memutar jauh,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Ria (27), warga lainnya yang rutin menggunakan feri untuk berangkat kerja. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan selama layanan penyeberangan dihentikan.

“Sempat merasa kesulitan, apalagi kalau sore di daerah Tanjung Raya pasti macet saat jam pulang kerja. Dengan adanya penyeberangan ini jarak tempuh jadi lebih singkat,” tuturnya.

Masyarakat berharap operasional feri dapat berjalan lancar ke depan serta seluruh pengguna jasa mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi kenyamanan dan keselamatan bersama.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan