SUARAINDO.ID —— Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap M. Azril Filah Busairi (4), balita asal Kelurahan Selong, Kabupaten Lombok Timur, resmi ditutup pada Sabtu 28 pebruari 2026.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir pantai Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, setelah diduga terbawa arus sejauh kurang lebih 60 nautical mile (NM) dari Drainase Kelurahan Selong.
Korban sebelumnya dilaporkan hanyut terseret arus drainase di depan SDN 1 Selong pada Selasa lalu.
Sejak laporan diterima, tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif selama lima hari dengan menyisir aliran sungai hingga wilayah muara dan perairan sekitarnya.
Titik terang keberadaan korban muncul pada Jumat (27/2) sekitar pukul 14.00 WITA.
Warga Pulau Moyo menemukan jasad korban tersangkut di akar bakau dengan ciri-ciri mengenakan kaos berwarna biru.
Informasi tersebut diteruskan kepada aparat setempat dan tim SAR. Setelah dilakukan verifikasi oleh pihak keluarga, dipastikan jasad tersebut adalah Azril.
Tim SAR Gabungan bersama Tim Inafis Polres Sumbawa mendampingi keluarga menuju lokasi penemuan di Pulau Moyo.
Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit di Sumbawa, untuk menjalani prosedur medis dan identifikasi akhir sebelum diserahkan kepada pihak keluarga pada pukul 12.00 WITA.
Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut sekaligus mengonfirmasi penutupan operasi.
“Kami mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan di Pulau Moyo adalah korban yang hanyut di Selong. Jarak penemuan memang cukup jauh, sekitar 60 NM dari muara sungai. Dengan ditemukannya korban dan diserahterimakan kepada pihak keluarga, maka Operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup,” ujar Darwis.
Darwis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi, di antaranya Pos SAR Kayangan, Pos SAR Sumbawa, Polres Sumbawa, Polres Selong, Unit SAR Lombok Timur, Damkarmat Lombok Timur, Babinsa Selong, Bhabinkamtibmas Selong, Kompi 3 Yon B Brimob Polda NTB, BPBD, serta warga Desa Sebotok yang berperan aktif membantu proses evakuasi.
Dengan berakhirnya operasi ini, seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.













