SUARAINDO.ID ——— PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Kayangan, Kabupaten Lombok Timur, menyiapkan berbagai fasilitas serta puluhan armada kapal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran tahun 2026.
General Manager Erlisetya Wahyudi mengatakan, fasilitas di Pelabuhan Kayangan pada dasarnya sama seperti tahun sebelumnya, namun tetap dilengkapi dengan sejumlah sarana tambahan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
“Kita siapkan dua dermaga untuk sandar kapal, kemudian area penampungan kendaraan berupa area parkir dan jalur antrean kendaraan, termasuk untuk kendaraan golongan dua. Selain itu akan dilengkapi juga dengan tenda tambahan untuk kenyamanan penumpang,” ujarnya, 14 Maret 2026.
Selain area parkir dan antrean kendaraan, pihaknya juga memastikan fasilitas pendukung lain telah siap, seperti toilet, ruang tunggu, posko pelayanan, serta rest area bagi penumpang yang ingin beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Menurut Erlisetya, posko gabungan juga didirikan di depan pelabuhan untuk mendukung kelancaran arus mudik. Posko serupa juga disiapkan di Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa.
Dari sisi armada, ASDP menyiapkan sebanyak 24 kapal untuk melayani penyeberangan lintasan Kayangan–Poto Tano.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 kapal akan beroperasi setiap hari dengan pola operasi satu hari satu trip.
Dikatakan, Estimasi jumlah penumpang setiap hari berubah-ubah, tetapi biasanya peningkatan mulai terlihat pada H-5.
Sejak hari ini sudah mulai padat, terutama kendaraan roda dua mulai sekitar pukul 23.00 hingga pagi hari, namun hingga saat ini masih terkendali.
Erli menambahkan, untuk kendaraan roda empat dan truk, kondisi lalu lintas penyeberangan masih terpantau normal dan relatif lancar.
ASDP memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-4 hingga H-3 Lebaran.
Erlisetya juga mengimbau para calon penumpang agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk menjaga kondisi kesehatan karena perjalanan mudik berpotensi mengalami kepadatan.
Selain itu, ia meminta masyarakat membeli tiket secara daring sebelum tiba di pelabuhan agar proses keberangkatan lebih lancar.
“Pembelian tiket sebaiknya dilakukan secara online dan memperhatikan jadwal keberangkatan, sehingga ketika sampai di pelabuhan sudah siap untuk naik kapal,” katanya.
Ia juga mengingatkan penumpang untuk memperhatikan kondisi cuaca. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada pekan ini masih terdapat potensi cuaca kurang baik di beberapa waktu.
Terkait keselamatan pelayaran, Erlisetya menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk petugas navigasi dan otoritas pelabuhan.
Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk pelayaran, maka akan dilakukan sistem buka-tutup pelabuhan berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui otoritas syahbandar.
“Bukan ditutup satu hari penuh. Jika cuaca membaik, misalnya setelah dua jam kondisi kembali normal, pelabuhan bisa dibuka kembali,” jelasnya.
Selain itu, ASDP juga menyiapkan tim khusus untuk melakukan pemantauan serta patroli keamanan yang didukung oleh tim dari posko gabungan guna memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik di Pelabuhan Kayangan.













