Suaraindo.id – Curah hujan yang rendah dalam beberapa pekan terakhir memicu munculnya kabut asap yang berdampak pada penurunan kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Bahkan, konsentrasi partikel halus sempat membuat kualitas udara berada pada kategori berbahaya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kubu Raya, Arianto, mengatakan kondisi tersebut terpantau dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak.
“Berdasarkan pemantauan BMKG Supadio Pontianak, kualitas udara di wilayah Kubu Raya sempat berada pada kategori berbahaya sejak 3 Maret kemarin,” kata Arianto, Sabtu (7/3/2026).
Meski demikian, Arianto menyebut dalam dua hari terakhir kondisi kualitas udara mulai menunjukkan perbaikan. Kendati begitu, masyarakat tetap diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada waktu dini hari saat konsentrasi partikel di udara cenderung lebih tinggi.
“Dua hari ini kualitas udara sudah cukup baik. Namun kami tetap mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di luar rumah ketika kualitas udara tidak sehat,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini menyusul prediksi musim kemarau yang diperkirakan datang lebih awal dari biasanya.
Menurutnya, wilayah Kalimantan Barat diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada awal April mendatang dengan durasi yang diperkirakan lebih panjang.
“Kemarau diprediksi masuk pada April mendatang dan ini datang lebih awal. Kami meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar agar tidak memicu karhutla,” tegasnya.
Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Kubu Raya saat ini masih didominasi di sejumlah kecamatan, di antaranya Sungai Raya, Sungai Ambawang, Sungai Kakap, Rasau Jaya, dan Kuala Mandor B.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan serta mengingatkan masyarakat agar turut menjaga lingkungan guna mencegah meluasnya kebakaran yang dapat memperburuk kualitas udara di wilayah tersebut.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













