SUARAINDO.ID ——- Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menilai momentum bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menyerahkan fasilitas air bersih kepada masyarakat sebagai bentuk pelayanan pemerintah daerah, rabu 11 maret 2026.
Penyerahan tersebut merupakan bagian dari upaya strategis, dan memperluas akses air bersih di wilayah perdesaan guna meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengimbau masyarakat penerima manfaat agar menjaga dan merawat fasilitas air bersih yang telah dibangun secara mandiri.
Pentingnya pemeliharaan agar aset yang bersumber dari anggaran negara tersebut dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang, serta menjadi solusi permanen bagi kebutuhan air bersih masyarakat.
Bupati mengingatkan, agar kepala desa tidak hanya merasa bangga menerima bantuan sarana Pamsimas, tetapi juga memastikan keberlanjutan pengelolaannya.
Menurutnya, kelalaian dalam pemeliharaan dapat menyebabkan biaya perbaikan di masa depan jauh lebih besar dibandingkan biaya perawatan rutin.
Pengelolaan Pamsimas tidak boleh terhenti akibat pergantian kepemimpinan desa atau pelaksanaan pemilihan kepala desa.
Untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih, Bupati meminta pemerintah desa segera membentuk struktur kepengurusan yang independen serta menetapkan Peraturan Desa (Perdes) mengenai kontribusi biaya pemeliharaan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga tengah merencanakan optimalisasi layanan air bersih agar target 7.000 sambungan rumah (SR) dapat segera terpenuhi tanpa terkendala penurunan debit air pada musim kemarau.
Bupati pun mengajak seluruh pihak menjaga ekosistem sumber air, baik di wilayah hulu maupun hilir, guna menjamin ketersediaan pasokan air dalam jangka panjang.
Menyadari kompleksitas pengelolaan air minum, Bupati berharap masyarakat dapat bersabar apabila terjadi gangguan aliran air. Namun, ia juga mengingatkan perusahaan daerah air minum untuk selalu proaktif memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan.
Kepala Dinas PU PR Kabupaten Lombok Timur Achmad Dewanto Hadi mengatakan, pelaksanaan Pamsimas 2025 di empat desa merupakan hasil kerja keras masyarakat yang didampingi fasilitator sejak tahap perencanaan di awal tahun hingga penyelesaian fisik pada Desember 2025.
Program tersebut menghasilkan aset berupa dua unit sumur bor, menara air, serta 416 sambungan rumah dengan jaringan pipa sepanjang 10,7 kilometer. Selain itu, juga dilaporkan progres signifikan pembangunan SPAM Pantai Selatan.
Sementara itu, Eko Prabowo memberikan apresiasi atas capaian pembangunan infrastruktur air bersih di Provinsi Nusa Tenggara Barat, termasuk di Lombok Timur. Menurutnya, meskipun masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu disempurnakan, sinergi antara pemerintah daerah dan PDAM menjadi kunci utama dalam peningkatan kualitas layanan.
Ia juga menekankan pentingnya aspek keberlanjutan dalam pengelolaan program. Seluruh aset yang telah terbangun kini dititipkan kepada para pemangku kepentingan dan PDAM sebagai operator resmi. Keberfungsian aset tersebut, kata dia, akan menjadi indikator utama bagi pemerintah pusat dalam menentukan alokasi anggaran maupun persetujuan program baru dari APBN di masa mendatang.
Program Pamsimas 2025 di Kabupaten Lombok Timur menyasar empat desa prioritas, yakni Desa Kotaraja, Desa Lendang Nangka Utara, Desa Kalijaga Tengah, dan Desa Bagik Payung Timur.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih sekaligus mendukung pembangunan kesehatan dan kesejahteraan di wilayah perdesaan.
Pamsimas, Bupati Dorong Pengelolaan Air Bersih Berkelanjutan













