PWKI NTB Gelar Bakti Sosial Penanganan Stunting di Sembalun Bumbung

  • Bagikan

SUARAINDO.ID —— Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan bakti sosial penanganan stunting di Desa Sembalun Bumbung, Kabupaten Lombok Timur.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 PWKI yang jatuh pada 28 Februari lalu.

Kegiatan bakti stunting DPD PWKI NTB ini juga didukung oleh DPC PWKI Kota Mataram, DPC PWKI Lombok Tengah dan DPC PWKI Lombok Utara serta didukung pula oleh Pokjaluh Agama Kristen, PGIW NTB, GPDI Gilgal dan gereja2 kristen lainnya serta para donatur.

‎Ketua PWKI NTB, Prof. Dr. Ir. Ruth Stella Thei, MS, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai organisasi perempuan, gereja, serta Badan Kerja Sama Wanita (BKW).

Program tersebut menyasar anak-anak yang berisiko stunting, serta ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK).

‎“Untuk anak yang berisiko stunting ada sekitar 56 orang, sementara ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis berjumlah 9 orang,” ujar Ruth Stella Thei saat kegiatan berlangsung, sabtu 7 maret 2026.

‎Prof Stella menjelaskan, Desa Sembalun Bumbung dipilih sebagai lokasi kegiatan, karena termasuk salah satu desa di Kabupate Lombok Timur dengan angka stunting yang cukup tinggi kisaran 150 kasus, serta masih menghadapi kondisi kemiskinan ekstrem.

‎Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan langkah antisipasi menjelang pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), yang dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus mendatang.

‎Dalam kegiatan tersebut, PWKI NTB memberikan intervensi gizi berupa telur kepada anak-anak berisiko stunting selama 14 hari.

Setiap anak menerima dua butir telur setiap hari. Sementara bagi ibu hamil dengan KEK diberikan 14 butir telur untuk dikonsumsi selama dua minggu.

‎Selain bantuan telur, para penerima manfaat juga mendapatkan paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan berupa 80 paket telur dan 80 paket sembako.

‎Prof Stella menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan PWKI NTB terhadap upaya pemerintah dalam menekan angka stunting.

‎Pemerintah daerah selama ini telah menunjukkan komitmen kuat dalam penanganan stunting, namun tetap membutuhkan partisipasi masyarakat.

‎“Pemerintah provinsi sangat consen terhadap penanganan stunting. Namun karena keterbatasan yang ada, partisipasi masyarakat, termasuk organisasi perempuan, sangat diharapkan untuk bersama-sama membantu mengatasi persoalan ini,” jelasnya.

‎Ke depan, PWKI NTB juga berencana melaksanakan kegiatan serupa di Kota Mataram, tepatnya di Kelurahan Pagesangan Timur, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung program penurunan stunting di daerah.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan