SUARAINDO.ID ——- Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mendorong pengembangan komoditas porang sebagai salah satu potensi unggulan daerah.
Saat ini, luas lahan porang di Lombok Timur tercatat sekitar 400 hektare dengan pola budidaya yang masih alami tanpa pemupukan maupun penyemprotan bahan kimia.
Menurut Bupati, keterbatasan luasan lahan membuat pasokan bahan baku belum sepenuhnya mengandalkan produksi lokal.
“Kita memang belum bisa mengandalkan hasil dari daerah sendiri karena luasannya baru sekitar 400 hektare. Karena itu, bahan baku juga kita datangkan dari daerah lain,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, porang yang dibudidayakan petani Lombok Timur masih tumbuh secara alami tanpa perlakuan intensif.
Masa panennya pun bersifat musiman, bervariasi antara enam hingga sepuluh bulan, tergantung ukuran umbi yang dihasilkan.
Pemda Lombok Timur, lanjutnya, telah menjalin kerja sama dengan Kementerian terkait, dalam pembinaan petani porang.
Melalui kerja sama tersebut, petani akan mendapatkan bantuan benih dan bibit untuk meningkatkan produktivitas.
“Inisiasi yang dilakukan penggerak di lapangan sudah menghasilkan produk turunan dalam bentuk tepung porang. Produksinya sudah berjalan dengan kapasitas besar,” jelasnya, saat ditemui di sentra pengolahan porang di Kecamatan Pringgabaya, Kamis 23 April 2026.
Bupati menyebutkan, kapasitas produksi tepung porang saat ini mencapai sekitar 60 ton per hari.
Selain tepung, porang juga diolah dalam bentuk chip (irisan kering) sebagai bahan baku.
Harga jual chip porang berkisar Rp2.000 per kilogram, sedangkan tepung porang mencapai Rp4.000 per kilogram.
Bupati menambahkan, minat dari pihak luar negeri, termasuk dari Tiongkok, mulai terlihat terhadap pengembangan porang di Lombok Timur. Dukungan yang diharapkan mencakup infrastruktur hingga pengembangan pabrik pengolahan.
Untuk memenuhi kebutuhan produksi, bahan baku porang diterima dari berbagai daerah, dengan harga sekitar Rp10.200 per kilogram, menyesuaikan harga pasar saat ini.
Pemda berharap pengembangan porang dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi petani serta memperkuat sektor pertanian berbasis komoditas unggulan di Lombok Timur.
Bupati Lombok Timur Dorong Pengembangan Porang













