Isu Sungai Badak Mati Memanas, HIMMAH – ISARAH: Stop Goreng Narasi, Investasi Batu Bara Bisa Terganggu

  • Bagikan
Foto Bupati batu bara dan ketua ISRAH kemeja biru tua serta ketua HIMMAH kemeja hijau

Suaraindo.id – Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PC HIMMAH) bersama Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH) Kabupaten Batu Bara menyatakan sikap menolak narasi yang dinilai provokatif terkait dugaan penutupan Sungai Badak Mati oleh PT MNA.

Kedua organisasi kepemudaan itu meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh opini yang disebut belum berimbang dan berpotensi mengganggu stabilitas daerah.

Ketua PC HIMMAH Batu Bara, Muhammad Yassir Pratama, menilai pemberitaan yang beredar harus disikapi secara bijak. Ia menegaskan persoalan yang muncul sebaiknya diselesaikan lewat mekanisme resmi, bukan dengan penggiringan opini publik.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum tentu utuh dan berimbang. Persoalan yang ada seharusnya diselesaikan melalui mekanisme yang tepat, bukan dengan membangun opini yang berpotensi merugikan daerah,” kata Yassir, Rabu (23/4/2026)

Pernyataan senada disampaikan Ketua ISARAH Batu Bara, Feri. Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan agitasi publik justru berisiko memperburuk iklim investasi di Batu Bara yang saat ini sedang tumbuh.

“Kita harus melihat persoalan ini secara komprehensif. Batu Bara saat ini sedang berkembang dan membutuhkan kepercayaan investor. Jika isu-isu seperti ini terus digoreng tanpa dasar yang kuat, maka dampaknya bisa menghambat masuknya investasi baru,” ujar Feri.

HIMMAH dan ISARAH menekankan pentingnya keberadaan investor bagi pertumbuhan ekonomi Batu Bara. Keduanya menilai perusahaan yang beroperasi di daerah telah berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja lokal serta peningkatan Upah Minimum Kabupaten (UMK).

“Kehadiran investor seperti perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Batu Bara telah memberikan kontribusi nyata, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan UMK. Ini harus kita jaga bersama,” tambah Yassir.

Feri menambahkan, stabilitas sosial dan politik menjadi kunci keberlangsungan investasi. Menurut dia, narasi yang tidak bertanggung jawab tidak hanya merugikan investor, tetapi juga masyarakat yang bergantung pada sektor industri.

“Jika suasana daerah tidak kondusif akibat narasi yang tidak bertanggung jawab, maka bukan hanya investor yang dirugikan, tetapi juga masyarakat itu sendiri, terutama para pekerja yang menggantungkan hidupnya pada sektor industri,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, HIMMAH dan ISARAH mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan mendukung pemerintah daerah menyelesaikan persoalan secara bijaksana dan berkeadilan.

“Kami percaya pemerintah daerah memiliki komitmen untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas. Mari kita kawal bersama dengan cara yang elegan, bukan dengan memperkeruh suasana,” tutup Yassir.

  • Bagikan