Kasubag TU Kemenag Lotim: Pesantren dan Ormas Sepakat Jaga Kondusivitas Daerah

  • Bagikan

SUARAINDO.ID ——- Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, H. Suwardi, menegaskan pentingnya peran pondok pesantren dan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam menjaga keamanan dan ketenteraman di daerah.

‎Undangan pertemuan yang digelar tidak mencakup seluruh pondok pesantren di Lombok Timur, melainkan perwakilan yang dinilai representatif.

‎Meski demikian, kehadiran Ketua Forum Pondok Pesantren Lombok Timur dinilai sudah mewakili aspirasi pesantren secara umum.

‎“Tidak semua pondok pesantren kita undang, yang hadir adalah yang representatif. Yang paling penting, Ketua Forum Pondok Pesantren hadir. Kalau ada yang tidak hadir, mungkin undangan belum sampai atau ada halangan, itu bisa dimaklumi. Saya yakin visi kita tetap sama,” ujarnya.

‎Menurut Suwardi, dari pandangan para pimpinan ormas dan pesantren yang hadir, terdapat kesamaan komitmen untuk menjaga Lombok Timur tetap aman, damai, dan sejahtera.

‎Perlu kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang berupaya memecah belah masyarakat melalui informasi yang menyesatkan.

‎Swardi mencontohkan, fenomena pemotongan video atau pengambilan pernyataan tokoh agama di luar konteks yang kerap beredar di media sosial, sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

‎Sejumlah tokoh nasional seperti Said Aqil Siroj dan Yahya Cholil S disebutnya pernah menjadi sasaran framing informasi.

‎Belum lama ini juga mantan wakil presiden ikut menjadi sasaran framing informasi.

‎”Hal itu perlu kita jaga. Kita perlu memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial,” katanya.

‎Suwardi menambahkan, melalui maklumat yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, masyarakat diharapkan lebih bijak menyikapi arus informasi.

‎Meskipun Lombok Timur mayoritas berpenduduk Muslim, persoalan yang muncul lebih banyak bersifat internal umat beragama dibandingkan antarumat beragama.

‎Hal itu, lanjutnya, kerap menjadi pembahasan dalam berbagai forum lintas instansi seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM).

‎“Kita sering bertemu di forum FKUB dan PAKEM. Persoalan yang muncul lebih banyak di internal umat beragama. Karena itu, penting bagi kita semua untuk terus menjaga komunikasi dan kerukunan,” pungkasnya.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan