SUARAINDO.ID —— Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, H. Shulhi, menggelar silaturahmi bersama tokoh masyarakat, tuan guru, unsur kepolisian, Kesbangpol, serta sejumlah organisasi lintas sektor, guna menyepakati maklumat bersama dalam mengelola informasi secara benar, baik secara langsung maupun melalui media digital.
Pertemuan tersebut dilatarbelakangi maraknya penyebaran informasi bohong (hoaks) yang dinilai berdampak kurang baik terhadap kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam menjaga kerukunan umat beragama di Lombok Timur.
“Pada hari ini kita bertemu bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat, tuan guru, lintas sektoral dari kepolisian, Kesbangpol, dan unsur organisasi, untuk membuat maklumat bersama dalam rangka mengulang informasi yang baik, benar, dan tepat, baik secara langsung maupun melalui digitalisasi,” ujar Shulhi.
Derasnya arus informasi di era digital membuat masyarakat sangat mudah terpapar berita yang belum tentu kebenarannya.
Kondisi global yang tidak menentu, termasuk konflik di Timur Tengah, disebut turut memicu beredarnya berbagai informasi yang tidak akurat hingga memicu keresahan di daerah.
“Kita ketahui bersama maraknya informasi hoaks yang beredar di masyarakat membawa dampak kurang baik, apalagi di tengah situasi global yang tidak menentu. Ini sangat berpengaruh terhadap kondisi sosial masyarakat, termasuk di Lombok Timur,” katanya.
Menurut Shulhi, inisiatif tersebut juga melibatkan pejabat eselon IV di lingkungan Kemenag Lombok Timur, serta tokoh masyarakat yang dinilai memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat terkait literasi informasi.
Lombok Timur memiliki potensi besar dalam menjaga kondusivitas sosial karena banyaknya organisasi kemasyarakatan yang aktif.
Namun, potensi tersebut perlu diarahkan agar tidak terpengaruh oleh penyebaran informasi bohong yang dapat mengganggu kerukunan umat beragama.
“Kita melihat bahwa informasi hoaks ini berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama. Karena itu, kita hadirkan tokoh-tokoh yang kompeten untuk bersama-sama mengelola informasi dengan baik, sehingga terwujud Lombok Timur yang smart melalui sinergi dalam kerukunan,” jelasnya.
Shulhi mencontohkan beredarnya sejumlah informasi yang dikaitkan dengan kondisi Timur Tengah dan dikaitkan dengan tokoh-tokoh di Lombok Timur, yang menurutnya tidak berdasar dan berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Melalui maklumat yang disepakati bersama tersebut, masyarakat semakin bijak dalam menerima, menyaring, dan menyebarkan informasi, demi menjaga stabilitas, keamanan, dan kerukunan di Kabupaten Lombok Timur.













