Riam Landau Sanggau Makan Korban, Remaja 15 Tahun Tewas Terseret Arus Saat Selfie

  • Bagikan
Proses evakuasi korban

Suaraindo.id – Objek wisata alam Riam Landau yang terletak di Desa Pana, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar) kembali memakan korban jiwa. Seorang remaja putri berinisial IA (15), warga Dusun Tanjung Priuk, Desa Inggis, Kecamatan Mukok, dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus pada Minggu (5/4/2026).

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban bersama sejumlah rekannya berkunjung ke lokasi sekitar pukul 15.00 WIB untuk berekreasi. Mereka mengisi waktu dengan kegiatan bakar ayam dan ikan di sekitar kawasan riam.

Sekitar pukul 16.30 WIB, usai beraktivitas, korban bersama teman-temannya memutuskan untuk mandi sekaligus berfoto selfie di area aliran air yang dipenuhi bebatuan. Saat itu, korban duduk di atas batu yang dialiri arus cukup deras.

Namun nahas, korban diduga terpeleset dan langsung terseret arus hingga masuk ke dalam rongga di antara bebatuan. Dua orang teman korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun tidak berhasil. Mereka kemudian meminta bantuan warga sekitar.

Informasi kejadian tersebut dengan cepat menyebar, dan warga setempat berdatangan untuk membantu proses pencarian. Laporan yang diterima pihak Polsek Kapuas langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian serta melakukan pencarian bersama tim gabungan.

Pencarian dilakukan pada malam hari dengan melibatkan aparat kepolisian, BPBD Sanggau, pemadam kebakaran, serta masyarakat. Namun hingga pukul 23.30 WIB, korban belum berhasil ditemukan karena derasnya arus dan kondisi medan yang cukup sulit. Operasi pencarian kemudian dilanjutkan keesokan harinya.

Kapolsek Kapuas, Iptu Marianus, memimpin langsung proses pencarian pada Senin (6/4/2026) dengan melibatkan seluruh unsur terkait, termasuk tambahan personel dari Brimob. Tim menyisir sepanjang aliran sungai untuk menemukan korban.

“Medan yang cukup sulit menjadi tantangan tersendiri bagi tim untuk tetap bekerja maksimal,” ujarnya.

Korban akhirnya ditemukan pada pukul 10.41 WIB di dalam rongga bebatuan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSUD M.Th. Djaman Sanggau untuk dilakukan visum oleh tim medis.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka memar pada bagian pipi kiri dan kepala sebelah kiri yang diduga akibat benturan dengan bebatuan saat korban terseret arus.

Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Setelah proses visum selesai sekitar pukul 12.30 WIB, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kapolsek Kapuas Iptu Marianus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama di lokasi yang memiliki potensi bahaya seperti arus deras dan bebatuan licin.

  • Bagikan