Bupati Lotim Lantik 87 Pj Kepala Desa, Tekankan Pembenahan Data dan Pelayanan Warga

  • Bagikan

SUARAINDO.ID —— Bupati H. Haerul Warisin melantik 87 Penjabat (Pj) Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Timur. Dalam arahannya, bupati menekankan pentingnya persatuan masyarakat, pembenahan data warga, serta optimalisasi pelayanan publik di tingkat desa.

‎Menurut bupati, wilayah Lombok Timur yang luas membutuhkan tata kelola desa yang solid dan kolaboratif.

‎Para Pj Kepala Desa diminta menjadi pengayom masyarakat sekaligus mitra pemerintah dalam memastikan hak-hak warga terpenuhi, termasuk ketepatan data penerima bantuan sosial.

‎“Kesempatan ini adalah ruang pengabdian. Luruskan data yang keliru, masukkan warga miskin yang belum terdata, dan benarkan yang tidak tepat sasaran. Jangan sampai ada laporan miring karena pelayanan yang tidak adil,” tegasnya.

‎Bupati juga meminta camat dan perangkat desa bekerja sama meningkatkan potensi ekonomi lokal, termasuk sektor pariwisata dan pajak daerah. Ia mencontohkan masih adanya potensi yang belum tergarap optimal di sejumlah wilayah.

‎Dalam kesempatan itu, bupati menyinggung pentingnya perlindungan sosial bagi kepala desa melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

‎Seluruh kepala desa memastikan diri terdaftar aktif, mengingat manfaat jaminan yang besar bagi keluarga apabila terjadi risiko kerja atau kematian.

‎Selain itu, bupati menyampaikan kebijakan baru berupa Peraturan Bupati (Perbup) yang disebutnya sebagai yang pertama di Indonesia, yakni pemberian penghargaan bagi kepala desa purna tugas setara dua kali penghasilan tetap (siltap). Kebijakan ini diharapkan menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian kepala desa.

‎Pada momen yang sama, pemerintah daerah juga menyerahkan sejumlah aset kepada desa, antara lain surat keputusan kepemilikan kantor desa pemekaran serta hibah kendaraan operasional berupa sepeda motor untuk mendukung mobilitas pelayanan.

‎Bupati berpesan agar para Pj Kepala Desa melanjutkan program yang telah berjalan, memperbaiki kekurangan yang ada, serta membuka ruang koordinasi dengan kepala desa sebelumnya demi kesinambungan pembangunan.

‎“Jabatan ini amanah yang berat. Bekerjalah semata-mata untuk rakyat, bantu mereka, dan bangun desa dengan adil,” pungkasnya.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan