Suaraindo.id – Kunjungan kerja Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) XII, Laksamana Muda TNI Sawa, S.E., M.M., CIQar., ke Kabupaten Ketapang, Rabu (6/5/2026), menjadi sinyal kuat penguatan pertahanan maritim di pesisir Kalimantan Barat sekaligus penegasan sinergi strategis antara militer dan pemerintah daerah.
Kedatangan perwira tinggi TNI AL tersebut disambut langsung oleh Bupati Ketapang bersama unsur Forkopimda dan Ketua TP PKK di Bandara Rahadi Oesman melalui prosesi adat tepung tawar, atraksi pencak silat, serta pengalungan syal—sebuah simbol penghormatan dan penerimaan resmi daerah terhadap tamu negara.
Dalam sambutannya, Bupati Ketapang menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kedaulatan wilayah laut.
“Kehadiran Dankodaeral XII menjadi energi baru bagi kami di daerah untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah pesisir. Ketapang memiliki posisi strategis yang membutuhkan perhatian serius dalam aspek pertahanan maritim,” tegas Bupati.
Sebelum memasuki agenda utama, suasana keakraban terbangun dalam jamuan sarapan pagi yang menyajikan kuliner khas ketupat colet. Momen ini dimanfaatkan sebagai ruang dialog santai antara pemerintah daerah dan jajaran TNI AL.
Laksamana Muda TNI Sawa menekankan pentingnya komunikasi yang harmonis antara pemerintah daerah dan kekuatan pertahanan negara.
“Sinergi yang kuat antara TNI AL dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga keamanan laut sekaligus mendukung pembangunan wilayah pesisir yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kunjungan kerja kemudian berlanjut ke Mako Lanal Ketapang di Kendawangan dengan sejumlah agenda strategis yang menegaskan arah penguatan pertahanan: peletakan batu pertama gudang SENAMO sebagai upaya memperkuat logistik pertahanan di kawasan pesisir, penanaman pohon simbolis sebagai komitmen menjaga kelestarian lingkungan, serta tatap muka dengan prajurit dan keluarga besar Lanal Ketapang untuk memperkuat soliditas internal.
Pada malam harinya, jamuan resmi di Pendopo Bupati menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan jajaran TNI AL. Suasana hangat yang terbangun mempertegas komitmen bersama dalam menjaga stabilitas daerah.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan pada Kamis (7/5/2026) dengan ziarah ke makam raja-raja Tanjungpura. Agenda ini tidak hanya bernilai simbolis, tetapi juga menjadi refleksi penghormatan terhadap sejarah panjang Ketapang sebagai bagian dari peradaban maritim Nusantara.
“Kami optimistis, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI AL, dan seluruh pemangku kepentingan, visi pembangunan berkeadilan menuju Ketapang maju dan mandiri dapat terwujud,” tutup Bupati.
Kehadiran TNI AL di Ketapang kini tak sekadar menjaga batas laut, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam memastikan pembangunan daerah berjalan aman, stabil, dan berkelanjutan.













