SUARAINDO.ID ———— Pedagang korban kebakaran di Pasar Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur mulai membangun kembali lapak dagangannya secara swadaya di halaman pasar.
Mereka berupaya kembali berjualan sambil menunggu realisasi bantuan modal usaha Rp2 juta yang sebelumnya dijanjikan oleh Bupati Lombok Timur Haerul Warisin.
Suryani, salah satu pedagang, mengaku terpaksa menggunakan dana pribadi, untuk membangun lapak sementara agar bisa kembali berjualan.
Suryani memperkirakan biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp1 juta.
“Belum ada cair bantuan yang dijanjikan Rp2 juta itu. Jadi kami pakai modal sendiri dulu. Biayanya kira-kira habis sekitar Rp1 juta untuk buat lapak sederhana,” ujarnya.
Menurutnya, para pedagang sudah diizinkan menempati lokasi baru yang telah diukur oleh petugas, masing-masing berukuran sekitar 2×4 meter.
“Katanya hari Senin mulai cair. Dari 164 pedagang, baru beberapa saja yang mulai menerima. Kami berharap segera cair supaya bisa menambah modal usaha,” harapnya, saat ditemui SUARAINDO.id di lokasi, Jumat 1 Mei 2026.
Hal senada disampaikan Pardi, pedagang lainnya. Ia meminta pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan dana, tetapi juga mengevaluasi aspek keamanan pasar agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami minta pemerintah, khususnya pak bupati, selain bantuan dana juga mengevaluasi keamanan pasar. Supaya tidak terjadi kebakaran seperti kemarin,” katanya.
Pardi juga berharap adanya bantuan sembako untuk meringankan beban pedagang di masa pemulihan.
Pedagang mengaku mengalami kerugian hingga sekitar Rp50 juta akibat kebakaran tersebut, dan memperkirakan penjualannya akan menurun pascakebakaran.
Para pedagang kini berupaya bangkit secara mandiri, sembari berharap bantuan pemerintah segera terealisasi dan kondisi pasar kembali normal sehingga aktivitas perdagangan dapat pulih seperti sediakala.













