Hadiri Rapat DPRD, Wako Palangka Raya Minta PLN Sampaikan Informasi Terbuka Soal Pemadaman Bergilir

Editor: Redaksi author photo

Wali Kota Palangka Raya,Fairid Naparin didampangi Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, Subandi saat diwawancarai wartawan terkait Pemadaman listrik.
Suaraindo.id – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, meminta PT PLN memberikan informasi secara terbuka dan transparan kepada masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang belakangan kerap terjadi di Kota Palangka Raya dan wilayah sekitarnya.

Permintaan tersebut disampaikan Fairid Naparin didampingi Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Palangka Raya ke-8 Masa Sidang III Tahun Sidang 2025/2026, Selasa (30/6/2026).

Menurut Fairid, keterbukaan informasi dari PLN sangat penting agar masyarakat memahami penyebab, mekanisme, hingga estimasi berakhirnya pemadaman listrik yang terjadi. Ia mengaku kerap menerima pertanyaan dari warga mengenai kondisi tersebut, namun tidak dapat memberikan penjelasan secara pasti karena kewenangan berada di pihak PLN.

"Kami meminta kepada PLN agar menjelaskan kepada masyarakat kenapa dan bagaimana terjadinya pemadaman listrik ini, sehingga tidak menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Saya sendiri sering ditanya warga mengenai penyebab pemadaman, namun tidak bisa memberikan jawaban secara pasti," ujarnya.

Selain meminta penjelasan yang lebih terbuka, Fairid juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama masa pemadaman bergilir. Ia mengingatkan bahwa kondisi tegangan listrik yang tidak stabil saat listrik padam maupun menyala kembali berpotensi merusak peralatan elektronik.

Menurutnya, fluktuasi tegangan listrik juga dapat memicu korsleting yang berisiko menimbulkan kebakaran apabila masyarakat tidak berhati-hati dalam menggunakan instalasi maupun peralatan listrik.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati karena voltase listrik terkadang turun naik. Kondisi ini dapat merusak barang elektronik dan berpotensi memicu korsleting yang menyebabkan kebakaran," katanya.

Fairid kembali menegaskan harapannya agar PLN memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai penyebab pemadaman, langkah penanganan yang dilakukan, serta kepastian hingga kapan pemadaman bergilir akan berlangsung.

"Kami berharap pihak PLN bisa menjelaskan secara lebih terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab dan sampai kapan pemadaman ini akan terjadi," tegasnya.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran selama pemadaman berlangsung. Menurutnya, padamnya listrik tidak hanya berdampak pada aktivitas warga, tetapi juga menyebabkan penerangan jalan umum (PJU) ikut tidak berfungsi sehingga meningkatkan risiko keselamatan.

Fairid mengimbau warga yang menggunakan genset, lilin, lampu minyak, maupun sumber penerangan lainnya agar memastikan seluruh peralatan tersebut dimatikan saat meninggalkan rumah.

"Saya mengimbau masyarakat agar memperhatikan penggunaan genset, lilin, lampu minyak, dan sumber penerangan lainnya. Jika meninggalkan rumah, sebaiknya dipadamkan untuk menghindari risiko kebakaran yang bisa terjadi sewaktu-waktu," pungkasnya. [hendra]

 

Share:
Komentar

Berita Terkini