Basaria: Jangan Salah Tafsir, Data Stok Internal Bukan Bukti Krisis Obat di RSUD Agoesdjam

Editor: Redaksi author photo

Direktur RSUD dr. Agoesdjam saat mengapa pasien bersalin. (suaraindo.id/ist).
Suaraindo.id— Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, drg. Basaria Rajaguguk, membantah anggapan bahwa pemberitaan mengenai dugaan kekosongan lebih dari 200 jenis obat dan bahan medis habis pakai telah mengganggu pelayanan kepada pasien. Menurutnya, informasi yang beredar tidak menggambarkan kondisi pelayanan di lapangan secara utuh.

Kepada media ini pada Rabu (22/7/2026) pagi, Basaria menjelaskan bahwa data yang menjadi dasar pemberitaan merupakan laporan internal dari Instalasi Farmasi kepada manajemen rumah sakit sebagai bagian dari sistem pemantauan stok obat.

"Informasi itu merupakan laporan internal Instalasi Farmasi kepada pimpinan mengenai kondisi stok obat. Bukan berdasarkan keluhan pasien yang datang berobat kemudian tidak mendapatkan obat," ujar Basaria.

Ia menegaskan, hingga kini pihak rumah sakit tidak menerima laporan adanya pasien yang gagal memperoleh obat akibat stok yang kosong.

Pantauan jurnalis di RSUD dr. Agoesdjam pada Rabu (22/7/2026) siang juga tidak menemukan adanya keluhan dari pasien yang sedang menebus obat di apotek rumah sakit. Sejumlah pasien yang diwawancarai mengaku tetap memperoleh obat sesuai resep dokter.

Suryanto, warga Sukaharja, mengatakan seluruh obat yang diresepkan dokter diterimanya tanpa hambatan.

"Saya berobat seperti biasa dan obat yang diresepkan dokter saya terima. Tidak ada kendala saat mengambil obat di apotek rumah sakit," katanya.

Hal senada disampaikan M. Yasin, warga Air Upas.

"Selama saya berobat di RSUD Agoesdjam, pelayanannya baik. Obat yang saya butuhkan juga saya dapatkan," ujarnya.

Sementara itu, Suryani, warga Kendawangan, mengaku tidak mengalami kesulitan memperoleh obat.

"Saya tidak mengalami kesulitan saat menebus obat. Pelayanannya tetap berjalan dan saya menerima obat sesuai resep dokter," tuturnya.

Basaria menjelaskan, apabila terdapat jenis obat tertentu yang stoknya sedang kosong, bukan berarti pasien tidak memperoleh pengobatan. Untuk peserta BPJS Kesehatan, RSUD dr. Agoesdjam telah bekerja sama dengan sejumlah apotek jejaring sehingga pasien tetap dapat menebus obat di luar rumah sakit dengan pembiayaan sesuai ketentuan BPJS.

"Kalau ada obat tertentu yang stoknya sedang kosong, pasien BPJS tetap bisa mengambil obat di apotek jejaring yang sudah bekerja sama dengan rumah sakit dan dapat diklaim melalui BPJS. Sedangkan pasien umum bebas menebus resep di apotek mana pun," jelasnya.

Menurut Basaria, kondisi stok obat di rumah sakit bersifat dinamis karena dipengaruhi proses distribusi dan pengadaan. Karena itu, daftar stok internal tidak dapat langsung disimpulkan sebagai bukti bahwa pelayanan kepada pasien terganggu.

"Yang menjadi ukuran pelayanan adalah apakah pasien tetap mendapatkan pengobatan. Rumah sakit memiliki mekanisme agar kebutuhan obat pasien tetap terpenuhi, baik dari stok yang tersedia maupun melalui apotek jejaring," pungkasnya. [AH]

Share:
Komentar

Berita Terkini