Karhutla Rusak Pipa Induk Air Bersih di Sukadana, DPRD Kayong Utara Desak Solusi Jangka Panjang

Editor: Admin author photo

Pipa Induk Terbakar dan Sumber Air Kering, Distribusi Air Bersih di Sukadana Terganggu.
Suaraindo.id – Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Kecamatan Sukadana dalam sepekan terakhir tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga mengganggu layanan dasar masyarakat. Pipa induk distribusi air bersih di Dusun Parit Bugis, Desa Simpang Tiga, mengalami kerusakan setelah terdampak kebakaran, mengakibatkan kebocoran dengan semburan air yang mencapai beberapa meter ke udara.

Insiden tersebut sempat memicu kekhawatiran warga karena pipa yang rusak merupakan jalur utama distribusi air bersih dari sumber air Sungai Buluh menuju sejumlah desa hingga pusat Kota Sukadana, ibu kota Kabupaten Kayong Utara. Kerusakan pada jaringan vital itu dikhawatirkan mengganggu pasokan air bagi ribuan pelanggan yang bergantung pada layanan tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara, Kamiriluddin, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Menurutnya, keberadaan pipa induk tersebut sangat strategis karena menjadi tulang punggung distribusi air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kecamatan Sukadana.

“Pipa induk ini sangat vital karena menjadi jalur utama distribusi air bersih bagi masyarakat. Saya turut prihatin atas musibah yang terjadi. Namun berdasarkan konfirmasi langsung kepada petugas di lapangan, pipa yang terbakar tersebut sudah berhasil diperbaiki,” ujar Kamiriluddin, Sabtu (18/7/2026).

Ia menjelaskan, jaringan pipa dari sumber air Sungai Buluh di Desa Simpang Tiga melintasi Desa Sejahtera, Desa Pampang Harapan, hingga Desa Pangkalan Buton sebelum mengalir ke Desa Sutera sebagai pusat Kecamatan Sukadana. Dari jalur utama tersebut, air kemudian disalurkan melalui jaringan pipa sekunder ke berbagai permukiman warga.

Meski kerusakan akibat kebakaran telah ditangani, Kamiriluddin mengungkapkan bahwa persoalan air bersih yang dialami masyarakat saat ini tidak hanya dipicu oleh rusaknya pipa. Dalam beberapa waktu terakhir, dirinya menerima banyak keluhan terkait menurunnya debit air hingga tidak mengalir sama sekali di sejumlah kawasan.

Wilayah yang paling terdampak antara lain Dusun Siduk di Desa Simpang Tiga dan Dusun Pematang Baros di Desa Riam Berasap Jaya. Warga di kawasan tersebut bahkan disebut telah lama mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih meskipun jaringan pipa telah tersedia.

Menurut hasil koordinasi dengan petugas lapangan, gangguan distribusi air juga dipengaruhi oleh menurunnya debit sumber air Sungai Buluh akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Cuaca panas ekstrem dan minimnya curah hujan selama hampir satu bulan terakhir menyebabkan sumber air menyusut sehingga pasokan yang masuk ke jaringan distribusi ikut berkurang.

“Selain karena pipa yang sempat terbakar, kendala utama saat ini adalah sumber air yang mulai mengering akibat musim kemarau. Debit air yang masuk ke jaringan menjadi jauh berkurang sehingga distribusi ke masyarakat ikut terdampak,” jelas Ketua Kosgoro Kayong Utara tersebut.

Melihat kondisi itu, Kamiriluddin mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih. Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk menghemat penggunaan air di tengah keterbatasan pasokan akibat musim kemarau.

“Mari sama-sama kita tumbuhkan kepedulian terhadap air bersih. Tutup kran jika tidak digunakan. Jangan sampai air terbuang percuma, karena masih banyak saudara-saudara kita yang saat ini kesulitan mendapatkan pasokan air bersih,” imbaunya.

Selain itu, Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kayong Utara tersebut kembali menyoroti persoalan menahun yang dialami warga Ujung Tanjung, Dusun Siduk, dan Dusun Pematang Baros. Meski jaringan pipa telah dipasang sejak lama, sebagian masyarakat di kawasan tersebut belum menikmati layanan air bersih secara optimal.

“Dulu air sempat mengalir ketika jaringan baru dipasang. Persoalan ini sudah beberapa kali saya sampaikan kepada dinas terkait dan selalu menjadi perhatian dalam rapat DPRD. Namun memang diperlukan langkah penanganan yang lebih serius dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar bisa menikmati layanan air bersih,” tegasnya.

Kamiriluddin berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera menyiapkan solusi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Menurutnya, tantangan musim kemarau yang semakin ekstrem serta ancaman Karhutla yang berulang harus diantisipasi melalui penguatan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Dengan langkah penanganan yang tepat, kebutuhan air bersih masyarakat Kayong Utara diharapkan tetap terjaga meskipun menghadapi tekanan akibat perubahan cuaca dan bencana lingkungan yang terjadi setiap tahun.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini