SuaraIndo.Id – Setelah sebelumnya melaksanakan kegiatan pelatihan tenaga pendidik dan penyerahan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) pada Senin, 29 Juni 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP Kalbagbar) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalbagbar 1 (UPP Kalbagbar 1) secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kamis, 2 Juli 2026, bertempat di lingkungan PAUD Desa Durian, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.Kegiatan Pelatihan Tenaga Pendidik dan Penyerahan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) pada Senin, 29 Juni 2026.
Kegiatan penutupan ini diselenggarakan sebagai bentuk evaluasi awal sekaligus bukti penerapan langsung dari seluruh materi dan fasilitas yang telah diberikan. Dalam kesempatan ini, guru-guru yang telah mengikuti pelatihan mendapatkan kesempatan mempraktikkan metode pembelajaran baru, sementara anak-anak dapat menggunakan alat permainan edukatif yang baru disalurkan dalam suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif.
Acara berlangsung dengan tertib dan meriah, dihadiri oleh staf PT PLN (Persero) UPP Kalbagbar 1, Kepala Desa Durian beserta perangkat desa, pengelola PAUD, tenaga pendidik, orang tua siswa, serta seluruh peserta didik PAUD Desa Durian. Kehadiran seluruh pihak ini menunjukkan dukungan nyata dan kerja sama yang baik antara PLN dengan masyarakat setempat dalam memajukan kualitas pendidikan di wilayah desa.
Rangkaian acara dimulai dengan sambutan dari masing-masing unsur yang hadir, dilanjutkan dengan sesi praktik pembelajaran. Dalam sesi ini, para guru menerapkan metode pembelajaran kreatif, inovatif, dan berbasis permainan yang telah dipelajari dalam pelatihan sebelumnya. Berbagai jenis APE yang diserahkan seperti alat menggambar, pewarna, alat pengenal bentuk dan warna, serta alat permainan peran digunakan secara langsung untuk menunjang proses belajar mengajar.
Puncak kegiatan diisi dengan penyelenggaraan lomba kreativitas yang diikuti oleh seluruh siswa PAUD. Lomba dirancang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini, meliputi lomba mewarnai gambar, mengenal bentuk dan warna, serta permainan kelompok. Kegiatan ini bertujuan untuk menstimulasi perkembangan motorik halus dan kasar, kemampuan berpikir logis, kecerdasan emosional, serta kemampuan bersosialisasi anak dengan teman sebaya.
Manager UPP Kalbagbar 1, Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa kegiatan penutupan ini menjadi momen penting untuk melihat dampak nyata dari program yang telah dilaksanakan.
“Kami sangat senang bagaimana ilmu yang diberikan dalam pelatihan dapat segera dipraktikkan oleh para guru, dan bantuan APE yang kami serahkan dapat digunakan secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar. Program ini bukan sekadar penyerahan bantuan materi, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun pondasi pendidikan yang kokoh bagi generasi awal. Dengan guru yang memiliki kompetensi memadai dan sarana pembelajaran yang lengkap, kami berharap proses tumbuh kembang anak-anak di Desa Durian dapat berjalan lebih baik dan maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager UIP Kalbagbar, Susilo, menegaskan bahwa pelaksanaan program ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam melaksanakan tanggung jawab sosialnya, tidak hanya terbatas pada penyediaan pasokan listrik yang andal.
“PLN hadir di tengah masyarakat tidak hanya untuk melayani kebutuhan kelistrikan, tetapi juga berperan aktif mendukung kemajuan daerah melalui program-program yang menyentuh kebutuhan mendasar warga. Bidang pendidikan menjadi prioritas utama kami karena merupakan kunci utama dalam pembangunan berkelanjutan. Program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya tujuan ke-4 mengenai pendidikan berkualitas. Kami berharap dukungan yang diberikan dapat memberikan manfaat jangka panjang, dan menjadi bekal bagi anak-anak Desa Durian" untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter,” tambahnya.
Kepala Desa Durian beserta perwakilan pengelola PAUD menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh kami. Mereka menyatakan bahwa program ini memberikan dampak yang sangat terasa, baik dari sisi peningkatan kemampuan mengajar guru maupun semangat belajar anak-anak.
“Selama ini kami menghadapi keterbatasan sarana dan keterampilan metode mengajar, namun dengan adanya pelatihan dan bantuan ini, kami merasa mendapatkan dorongan yang sangat besar. Anak-anak terlihat lebih antusias dan aktif saat belajar. Kami berjanji akan menjaga, merawat, dan memanfaatkan seluruh bantuan yang telah diberikan sebaik mungkin. Semoga PLN senantiasa diberikan kemajuan dan dapat terus melanjutkan program serupa di masa mendatang,” ungkap perwakilan pengelola PAUD.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan ini, PT PLN UIP Kalimantan Bagian Barat menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasionalnya. Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perusahaan dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif yang nyata dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat bagi perkembangan PAUD Desa Durian, serta meninggalkan manfaat yang terus dirasakan dalam jangka waktu panjang bagi kemajuan pendidikan di tingkat desa.