
Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha, S.I.K., M.H., saat mengunjungi kebakaran di Asrama Mualimin NW Lombok Timur
SUARAINDO.ID ------ Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha, S.I.K., M.H., mengimbau pengelola pondok pesantren dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik maupun penggunaan api secara tidak hati-hati.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kebakaran yang terjadi di salah satu pondok pesantren di wilayah Lombok Timur. Dalam kejadian itu, sebanyak tiga asrama atau kelas dan satu laboratorium dilaporkan terbakar.
Ariakta mengatakan, aspek kelistrikan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius di lingkungan pondok pesantren. Hal itu mengingat banyaknya santri yang tinggal di asrama dengan kondisi bangunan yang saling terhubung.
“Masalah listrik perlu diperhatikan, khususnya listrik yang ada di tempat tinggal atau di asrama masing-masing,” ujar Ariakta, minggu 24 Agustus 2026.
Selain kelistrikan, ia meminta para santri meningkatkan kedisiplinan dalam penggunaan sumber api, termasuk rokok, lilin, maupun benda lain yang dapat memicu kebakaran. Para santri juga diminta saling mengingatkan untuk mencegah terjadinya kejadian serupa.
Imbauan serupa juga ditujukan kepada masyarakat di rumah maupun perkantoran. Warga diminta rutin memeriksa instalasi listrik serta memastikan penggunaan kompor dan peralatan lain yang berpotensi menjadi sumber api dalam kondisi aman.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas mendapat dukungan dari Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Timur dengan empat unit mobil pemadam kebakaran dan satu kendaraan tangki. Kesiapsiagaan petugas dinilai membantu mencegah api merembet ke bangunan lainnya.
“Situasi pondok pesantren ini memang menyambung dari ujung sampai ujung, sehingga tadi langsung diputus aliran api yang akan merembet ke tempat lain,” katanya.
Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar 40 hingga 60 menit. Berkat koordinasi antara pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, dan jajaran Polres Lombok Timur, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WITA.
Ariakta memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, total kerugian materi dan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
“Untuk korban jiwa nihil. Untuk kerugian materi sementara masih dalam proses penyelidikan, penyebabnya juga masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Saat ini, lokasi kebakaran telah dipasangi garis polisi. Tim Inafis dan Satreskrim Polres Lombok Timur masih melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengumpulkan keterangan saksi serta alat bukti guna memastikan penyebab kebakaran.
Kapolres menegaskan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi sebagai bagian dari proses penyelidikan.
“Setelah ini akan kita cek saksi-saksi, keterangan saksi maupun alat bukti yang ada untuk bisa menyimpulkan apa penyebab dari kebakaran ini,” kata Ariakta.