Suaraindo.id – Aroma limau nipis menguar di halaman Istana Amantubillah Kerajaan Mempawah, Kelurahan Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur, Senin (10/8/2026) sore.Satu per satu pusaka peninggalan Kerajaan Mempawah menjalani ritual pencucian. Prosesi ini menjadi bagian awal rangkaian Robo-Robo 2026 yang digelar selama tiga hari, 10-12 Agustus 2026.
Di tengah suasana khidmat, puluhan pusaka peninggalan Kerajaan Mempawah dikeluarkan dari tempat penyimpanan untuk menjalani ritual pencucian. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian Robo-Robo 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 10-12 Agustus 2026.
Sekitar pukul 15.45 WIB, halaman Istana Amantubillah mulai dipadati keluarga besar kerajaan, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta tamu undangan.
Prosesi ritual tersebut turut disaksikan langsung PYAM Raja Mempawah XIV, Muhammad Hafidz Adinugraha.
Sebanyak dua meriam Sigondah, 25 keris pusaka, lima badik pusaka dan empat tombak dikeluarkan untuk menjalani proses pencucian.
Air yang telah dicampur limau nipis digunakan dalam prosesi membersihkan satu per satu benda pusaka yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kerajaan Mempawah.
Bagi keluarga besar Istana Amantubillah, pusaka tersebut bukan sekadar benda peninggalan masa lalu. Di balik setiap benda terdapat nilai sejarah, simbol dan kisah perjalanan kerajaan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Karena itu, ritual pencucian pusaka dalam rangkaian Robo-Robo tidak sekadar menjadi prosesi budaya tahunan. Tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya merawat warisan sejarah sekaligus menjaga agar nilai-nilai budaya Mempawah tetap hidup di tengah masyarakat.
Sejarah Mempawah pun tidak hanya tersimpan dalam catatan masa lalu, tetapi terus dihidupkan melalui tradisi yang masih dijalankan hingga saat ini.
Menariknya, prosesi tersebut turut disaksikan sejumlah pelajar dari SMAN 2 Mempawah, SMPN 1 Mempawah dan MTs di wilayah Mempawah.
Kehadiran generasi muda menjadi bagian penting dalam upaya memperkenalkan warisan budaya dan sejarah kepada calon penerus daerah.
Di tengah perubahan zaman, pelestarian tradisi tidak cukup hanya dengan memastikan sebuah ritual terus dilaksanakan. Nilai sejarah, makna budaya dan pesan yang terkandung di dalamnya juga harus dipahami oleh generasi berikutnya.
Dengan menyaksikan langsung prosesi pencucian pusaka, para pelajar mendapatkan pengalaman untuk mengenal sejarah Mempawah tidak hanya melalui pembelajaran di sekolah, tetapi juga melalui tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat.
Keterlibatan generasi muda tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memastikan warisan budaya Kerajaan Mempawah tidak terputus oleh perkembangan zaman.
Ritual pencucian pusaka berlangsung khidmat dan tertib hingga sekitar pukul 17.30 WIB.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, sebanyak 60 personel gabungan disiagakan di lokasi.
Personel tersebut terdiri dari Polres Mempawah, Polsek Mempawah Timur dan Satpol PP Kabupaten Mempawah.
Pengamanan dipimpin Kabag Ren Polres Mempawah AKP Setyadi. Turut hadir Kasat Binmas Polres Mempawah AKP Amat Dasroni serta Kapolsek Mempawah Timur Iptu Imran.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan prosesi berjalan tertib sekaligus memberikan rasa aman kepada keluarga kerajaan, masyarakat dan tamu undangan yang hadir.
Ritual pencucian pusaka kemudian menjadi penanda resmi dimulainya rangkaian Robo-Robo 2026 di lingkungan Istana Amantubillah.
Dari halaman istana yang sarat sejarah tersebut, warisan masa lalu kembali dipertemukan dengan generasi masa kini.
Robo-Robo 2026 bukan sekadar rangkaian tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk merawat sejarah, memperkuat identitas budaya dan memastikan warisan Kerajaan Mempawah tetap hidup serta dikenal oleh generasi yang akan datang.[SK]