Kabut Asap Pekat, Jarak Pandang Supadio Anjlok 300 Meter, 30 Penerbangan Batal

Editor: Admin author photo

Salah satu maskapai yang terpaksa harus batal terbang akibat visibility kurang karena kabut asap di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Minggu (13/9/2026).
SuaraIndo.id – Kabut asap yang semakin pekat membuat jarak pandang di Bandara Internasional Supadio Pontianak anjlok hingga 300 meter, Minggu (13/9/2026). Kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.

Dua pesawat yang sempat menuju Bandara Supadio bahkan harus melakukan return to base (RTB) atau kembali ke bandara asal karena jarak pandang tidak memenuhi batas minimum keselamatan penerbangan.

General Manager Bandara Internasional Supadio Pontianak Maya Damayanti mengatakan, penurunan jarak pandang terjadi secara bertahap sejak pagi hingga siang hari.

“Visibility 300 sampai 500 meter mulai pukul 09.00 WIB sampai 15.00 WIB,” kata Maya Damayanti.

Berdasarkan data pemantauan, jarak pandang pada pukul 05.00 WIB masih mencapai 2.000 meter. Namun, kondisi tersebut terus menurun seiring semakin pekatnya kabut asap.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang turun menjadi 1.000 meter, kemudian 900 meter pada pukul 07.00 WIB dan 800 meter pada pukul 08.00 WIB.

Memasuki pukul 09.00 WIB, jarak pandang kembali turun menjadi 500 meter. Kondisi terburuk terjadi pada pukul 11.00 dan 12.00 WIB dengan visibility hanya 300 meter.

Buruknya jarak pandang tersebut menyebabkan dua penerbangan yang menuju Pontianak melakukan RTB. Kedua penerbangan itu yakni IU696 rute Jakarta–Pontianak dan ID6228 rute Jakarta–Pontianak.

Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan oleh dua penerbangan tersebut. Sebanyak 30 penerbangan pada Minggu terpaksa dibatalkan, terdiri atas 16 penerbangan keberangkatan dan 14 penerbangan kedatangan.

Selain pembatalan, dua penerbangan lainnya tercatat mengalami keterlambatan, yakni JT988 rute Batam–Pontianak dan JT715 rute Pontianak–Jakarta.

Meski demikian, kondisi visibility berangsur membaik pada siang hingga sore hari. Pada pukul 13.00 dan 14.00 WIB, jarak pandang tercatat 400 meter, kemudian meningkat menjadi 500 meter pada pukul 15.00 WIB.

Pihak Bandara Internasional Supadio Pontianak terus memantau perkembangan jarak pandang secara berkala sebagai dasar dalam memastikan keamanan dan kelancaran operasional penerbangan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan, terutama saat pesawat melakukan lepas landas maupun pendaratan, pungkasnya. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini