Kendaraan Listrik Tembus 2.047 Unit, Sumsel Mulai Perluas Ekosistem SPKLU

Editor: Nisa author photo

Foto bersama Gubernur Sumsel, H. Herman Deru (SuaraIndo.id/Dok)

SuaraIndo.id
– Peralihan ke kendaraan listrik di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Hanya dalam tujuh bulan, jumlah mobil listrik di provinsi ini bertambah lebih dari dua kali lipat.

Data PT PLN (Persero) mencatat, jumlah mobil listrik di Sumsel mencapai 2.047 unit pada Juli 2026. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan 849 unit pada Desember 2025.

Pertumbuhan itu menjadi gambaran semakin luasnya penggunaan kendaraan listrik sekaligus meningkatnya kebutuhan terhadap fasilitas pengisian daya. PLN pun mulai memperkuat infrastrukturnya dengan menghadirkan SPKLU Center pertama di Sumatera Selatan.

SPKLU Center tersebut berada di PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rivai, Demang Lebar Daun, Palembang. Fasilitas ini diperkenalkan sekaligus diresmikan pada Jumat (25/9/2026) dan dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Namun, pengembangan kendaraan listrik di Sumsel tidak berhenti pada kendaraan pribadi. Herman Deru melihat peluang elektrifikasi yang lebih besar dari sektor pertambangan, terutama kendaraan angkutan tambang atau hauling yang mulai menggunakan tenaga listrik sebagai alternatif BBM.

Menurutnya, perubahan tersebut dapat menciptakan kebutuhan baru terhadap fasilitas pengisian daya dengan skala dan lokasi yang menyesuaikan aktivitas pertambangan.

Herman Deru mendorong PLN agar tidak hanya menyiapkan infrastruktur untuk kendaraan masyarakat, tetapi juga mulai mengantisipasi kebutuhan sektor industri yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi.

Ia menilai, elektrifikasi kendaraan tambang dapat menjadi bagian dari perluasan penggunaan energi listrik sekaligus membuka ruang bagi PLN untuk mengembangkan layanan pengisian daya di kawasan pertambangan.

"Peluang elektrifikasi di sektor hauling cukup besar. Perubahan dari BBM menuju listrik ini bisa menjadi ruang bagi PLN untuk memperluas infrastruktur pengisian kendaraan listrik sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih bersih di Sumsel," kata Herman Deru, Jumat (25/9/2026).

Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peresmian SPKLU Center PLN di ULP Rivai, Palembang.

Jika tren tersebut terus berkembang, kebutuhan infrastruktur pengisian daya tidak hanya terkonsentrasi di perkotaan. Kawasan pertambangan juga berpotensi membutuhkan fasilitas pengisian yang mampu menunjang kendaraan operasional dengan intensitas penggunaan tinggi.

Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan bertambahnya jumlah kendaraan, tetapi juga kesiapan ekosistem pendukungnya.

General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan PLN perlu memastikan pertumbuhan jumlah kendaraan listrik berjalan beriringan dengan ketersediaan infrastruktur.

Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan kepastian bahwa penggunaan kendaraan listrik tidak terbatas pada perjalanan di dalam kota, tetapi juga dapat diandalkan untuk mobilitas yang lebih jauh.

"Ketika jumlah kendaraan listrik terus bertambah, infrastrukturnya juga harus ikut berkembang. Kami ingin pengguna tidak hanya memiliki kendaraan listrik, tetapi juga merasa yakin bahwa fasilitas pengisian tersedia ketika dibutuhkan, dengan layanan yang mudah dan dapat diandalkan," ujar Diksi.

Karena itu, kehadiran SPKLU Center di Palembang menjadi salah satu langkah PLN dalam menjawab perubahan pola mobilitas masyarakat Sumsel.

Pertumbuhan dari 849 unit menjadi 2.047 unit dalam tujuh bulan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penggunaan mobil listrik. Di sisi lain, munculnya peluang elektrifikasi pada kendaraan hauling membuka kebutuhan baru yang skalanya lebih besar.

Jika kendaraan pribadi, transportasi umum, hingga kendaraan operasional pertambangan terus bergerak menuju elektrifikasi, kebutuhan terhadap jaringan pengisian daya di Sumsel pun berpotensi semakin luas.

PLN kini tidak hanya dituntut menambah jumlah titik pengisian, tetapi juga menyiapkan infrastruktur yang mampu mengikuti arah perkembangan kendaraan listrik di berbagai sektor. (NS) 

Share:
Komentar

Berita Terkini