SuaraIndo.id – Aksi balap liar yang meresahkan masyarakat dan pengguna jalan ditertibkan jajaran Polsek Anjongan di Jalan Negara arah Anjongan–Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Sabtu (5/9/2026) malam.Seorang remaja diamankan dalam operasi penertiban balap liar Polsek Anjongan di Jalan Anjongan–Sungai Pinyuh, Sabtu (5/9/2026).
Dalam operasi yang berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB tersebut, seorang remaja diamankan polisi karena diduga terlibat dalam aktivitas balap liar yang kerap berlangsung di kawasan tersebut.
Penertiban dipimpin langsung Kapolsek Anjongan Iptu Andrianto bersama sejumlah tokoh masyarakat. Operasi dilakukan setelah kepolisian menerima laporan dari masyarakat dan pengguna jalan yang merasa terganggu sekaligus khawatir dengan aksi kebut-kebutan di jalan raya.
Aktivitas balap liar dinilai tidak hanya mengancam keselamatan para pelaku, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lain yang melintas. Suara bising kendaraan yang digunakan untuk balapan juga menjadi keluhan warga karena kerap mengganggu ketenangan hingga malam hari.
Kepala Desa Anjungan Dalam, Andy Wiyata, membenarkan adanya penertiban tersebut. Ia mengatakan pemerintah desa telah berulang kali memberikan imbauan kepada para remaja agar tidak menjadikan jalan raya sebagai arena balapan.
“Balap liar bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Menurut Andy, keresahan masyarakat terhadap aktivitas balap liar di kawasan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, ia beberapa kali berupaya membubarkan aksi tersebut secara langsung.
Namun, upaya penertiban secara seorang diri dinilai memiliki risiko. Karena itu, Andy mengapresiasi langkah Polsek Anjongan yang turun langsung melakukan penertiban dan memberikan tindakan terhadap aktivitas yang mengganggu keamanan serta kenyamanan masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah tegas Kapolsek Anjongan dan anggota. Mudah-mudahan penertiban ini memberikan efek jera sehingga tidak ada lagi balap liar di jalan raya,” katanya.
Ia berharap kegiatan penertiban dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga aksi balap liar tidak kembali muncul dan kondisi keamanan di kawasan tersebut tetap terjaga.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga diperlukan untuk mencegah para remaja kembali melakukan aktivitas yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Ia juga berharap pengguna jalan dapat melintas dengan aman tanpa terganggu aksi kebut-kebutan yang sebelumnya kerap terjadi pada malam hari.
“Yang paling penting situasi kamtibmas tetap kondusif dan pengguna jalan bisa merasa aman,” pungkasnya. [SK]