SuaraIndo.id – Seorang pria berinisial YAN (53) ditemukan meninggal dunia di sebuah ladang pribadi milik Ambet di sekitar Blok 17 Afdeling OK PT Global Kalimantan Makmur (GKM), Dusun Setogor, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Sabtu (12/09/2026) pagi.Petugas saat evakuasi warga yang meninggal di ladang.
Korban ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB setelah masyarakat memberikan informasi kepada personel Polsek Sekayam terkait adanya seorang laki-laki yang ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia di kawasan ladang tersebut.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Sekayam langsung menuju lokasi. Sekitar pukul 07.00 WIB, petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan segera mengamankan lokasi untuk menjaga kondisi TKP serta mendata saksi-saksi yang mengetahui keberadaan korban sebelumnya.
Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno mengatakan, kepolisian langsung melakukan penanganan setelah menerima informasi dari masyarakat. Pemeriksaan awal dilakukan di lokasi dengan menggali keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel langsung mendatangi lokasi, mengamankan TKP dan melakukan pemeriksaan awal serta meminta keterangan dari saksi-saksi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan peristiwa dapat ditangani secara tepat dan tidak menimbulkan kesimpulan yang terburu-buru,” ujar AKP Sutikno.
Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya diketahui ikut melakukan aktivitas menugal di ladangnya pada Rabu (09/09/2026). Setelah pekerjaan selesai, saksi sempat mengajak korban untuk pulang bersama.
Namun, korban memilih tetap berada di lokasi dan meminta saksi beserta rekannya pulang terlebih dahulu. Saat itu, korban mengaku telah mengenal dan hafal kawasan ladang tersebut.
Tiga hari kemudian, tepatnya Sabtu pagi, saksi kembali mendatangi ladangnya sekitar pukul 06.30 WIB untuk melakukan pengecekan. Saat berada di lokasi, saksi justru menemukan korban dalam kondisi telah meninggal dunia.
Ketika ditemukan, kondisi jenazah korban sudah mengalami pembusukan. Saksi kemudian menemui saksi lainnya dan meminta bantuan.
Informasi tersebut selanjutnya disampaikan kepada Polsek Sekayam dengan bantuan pihak BKO PT GKM untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dari kepolisian.
Petugas kemudian melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari mencatat identitas korban dan saksi, mengamankan TKP guna menjaga status quo, hingga mengevakuasi jenazah korban ke RS Temenggung Gergaji, Kecamatan Sekayam, untuk menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik jenazah yang dilakukan Dr. Yolanda Pasaribu di RS Temenggung Gergaji, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari istri korban, YAN diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan.
Kapolsek Sekayam mengatakan, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga juga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyampaikan penolakan terhadap autopsi,” kata Sutikno.
Setelah dilakukan kesepakatan bersama keluarga, jenazah YAN selanjutnya direncanakan dibawa ke kampung halamannya di Dusun Setogor, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, untuk dimakamkan.
Polsek Sekayam memastikan penanganan terhadap peristiwa tersebut dilakukan sesuai prosedur dengan tetap menghormati keputusan dan kepentingan keluarga korban.
Kapolsek Sekayam menegaskan, setiap laporan mengenai penemuan orang meninggal dunia menjadi perhatian serius kepolisian. Pemeriksaan TKP, keterangan saksi hingga pemeriksaan medis dilakukan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai peristiwa tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat apabila menemukan kejadian serupa agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengubah kondisi TKP. Kepolisian akan melakukan penanganan secara profesional dengan mengedepankan pemeriksaan berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan,” tegas AKP Sutikno, pungkasnya. [SK]