Pantun Kadis PUBM Musi Rawas Jadi Sorotan Publik

  • Bagikan

Suaraindo.id – Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan bertepatan tanggal 29 juli 2020 memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 56. Dalam kesempatan hari spesial tersebut, bupati mendapat beragam ucapan selamat dari kalangan masyarakat serta Instansi OPD (Organisasi Perangkat Daerah) salah satunya Dinas PU Bina Marga.

Unggahan Video Akun Resmi Media Sosial (Medsos) PU BM yang berdurasi 1 menit di Instagram @dpubinamarga_mura, Kepala Dinas serta Pegawai Dinas Pu BM terlihat kompak memberikan ucapan selamat dengan membacakan pantun untuk Bupati.

“Beli sepatu sama diandra, belinya sambil naik kuda. Selamat ulang tahun pak Hendra, semoga awet muda,” Ucap Azhari Kadis PU BM.

“Si rahmat beli peniti, belinya di warung rupini. Selamat ulang tahun bapak bupati, tahun depan dipilih kembali,” lanjut pantun Kedua dari Azhari disusul tepuk tangan Pegawai PU BM.

Untuk diketahui pada tanggal 9 Desember 2020 akan dilaksanakan
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Indonesia termasuk Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan.

Namun, pantun Azhari selaku Kepala Dinas PU Bina Marga tersebut mengundang beragam Komentar serta menjadi tanya besar dikalangan masyarakat penikmat media sosial apakah isi pantun tersebut ada kaitannya dengan Pilkada di Kabupaten Musirawas atau tidak.

Komentar tersebut disampaikan Pemerhati Kebijakan Publik, Hafiz Noeh, Rabu (29/7/2020). Usai menonton video tersebut, menurutnya tidak ada salahnya masyarakat atau ASN mengucapkan hari spesial untuk Pimpinannya baik Kepala Dinas, Bupati atau Wakil Bupati.

Tapi terkait bunyi salah satu bait pantun “tahun Depan Dipilih Kembali” terkesan sudah ada bahasa ajakan untuk “memilih” seseorang, sedangkan tahapan kampanye PILKADA belum dimulai.

“Kalo menurut saya telinga awam ini, “Bunyi Tahun Depan Dipilih Kembali” ya kesannya sudah ada kata-kata ajakan sedangkan setau saya ini kan belum masa kampanye” ujarnya.

Hafiz Noeh menilai semestinya ASN ditengah musim politik ini agak berhati-hati dalam menyampaikan ucapan maupun bertindak, apalagi diketahui ada aturan yang telah dibuat terkait Netralitas ASN dalam PILKADA.

“Harusnya ASN agak hati-hati dalam menyampaikan sesuatu juga bertindak apalagi diunggah ke Medsos tentu nantinya dilihat orang banyak,” cetusnya.

“Kalau dukung orang atau senang itu wajar saja dan hak, tapi kan ada aturan tentang netralitas ASN dalam tahapan maupun penyelenggaraan PILKADA. Tapi, untuk lebih jelasnya coba tanya ke Bawaslu,” pungkas Hafiz.

  • Bagikan