Suaraindo.id –Warga Kabupaten Sekadau yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS) mulai antisipasi terjadinya banjir. Hal itu mengingat curah hujan yang cukup tinggi di beberapa titik wilayah Kalbar, bahkan ada yang sudah terdampak banjir, warga Sekadau mulai antisipasi khususnya yang tinggal di pinggiran Sungai, baik sungai Kapuas dan sungai Sekadau.
Sumiati (32) warga Dusun Mungguk 1 sewak menceritakan di daerah nya tingal sudah menjadi langanan banjir setiap tahun nya,jadi hal yang iya lakukan adalah membersihkan dan memindahkan barang ke tempat yang sekitar rumah ke tempat yang lebih tinggi.
“Jadi kalau tiba-tiba air meluap barang-barang tidak hanyut, karena kan kita tidak tau tiba-tiba pas malam air sungai meluap,”kata Sumiati, Selasa(15/7/2020).
Tetapi di tahun 2020 baru bulan ini pertama kali air sungai hampir meluap sampai ke jalan. Biasanya di tahun-tahun sebelumnya ketingian air yang meluap ke jalan di tepian sungai hingga satu meter dan jalan yang tembus ke jalan Sintang dari gang Tembesuk tinggi nya luapan sekitar 3 meter.
“Kalau sudah banjir apalagi ketinggian air yang cukup tinggi itu rumah warga di sekitar an sampai terendam,”cerita Sumiati.
Hal yang di lakukan adalah mengemas barang-barang dan pindah ke lantai dua, tetapi ada juga yang pindah dan menitipkan barang seperti motor di rumah keluarga nya yang tidak terkena banjir.
Hal senada diutarakan Juliani (25), ia mengeluhkan dampak dari banjir harus selalu waspada dalam mengawasi anak-anak yang masih kecil.
“Tidak bisa lengah sedikit udah mandi bersama kawan-kawan nya di air yang banjir,karena Meraka belum bisa berenang dan yang kita takutkan juga kalau keseringan mandi kan dingin dan rentan sakit juga,”ungkap Juliani













