Dinas Akui Kesulitan Tangani Sampah, Butuh Industrialisasi

  • Bagikan

Suaraindo.id—– Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Lombok Timur mengaku masih kesulitan menangani sampah.

Dari total sampah yang dihasilkan oleh masyarakat sebanyak 500 ton setiap hari, Dinas hanya mampu menanganinya sebanyak 120 ton per hari. Selain kesadaran, dan pemahaman masyarakat masih minim tentang pengelolaan sampah, dinas juga .asih kekurangan armada.

Kepala Dinas LHK Lombok Timir Zaidar Rachman mengatakan, penanganan sampah di Lombok Timur membutuhkan kreatifitas dan industrialisasi, terutama Desa dan lingkungan masing masing.

Karena penanganan sampah membutuhkan kreatifitas dari masyarakat. Terutama pada jaringan air, baik saluran irigasi maupun saluran sungai agar masyarakat tidak membuang sampah.

Pemerintah Desa yang mrmiliki saluran sungai, yang biasa dijadikan tempat pembuangan sampah bisa berinovasi seperti yang dilakukan oleh Pemuda dan Masyarakat Lingkungan Tengak Kelurahan Kelayu Utara Kecamatan Selong, Lombok Timur.

Keseriusan pemerintah Provinsi menangani sampah, sudah mulai digalakkan. Hadirnya idustralisasi pengolahan sampah menjadi Bahan Bakar, salah satu upaya Pemerintah untuk mengatasi sampah yang merupakan persoalan global.

Hadirnya berbagai industralisasi yang diwacanakan hingga yang telah dilaksanakan Provinsi Nusa Tenggara Barat, memberikan harapan baru untuk penanganan sampah rumah tangga.

Begitu juga Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Lombok Timur, mengaku kerap mengajarkan masyarakat untuk mengolah dan memilah dari rumah. Masyarakat, bisa memilah sampah organik untuk dijadikan pupuk organik. Sementara sampah anorganik terutama plastik bisa memiliki nilai ekonomi.

“Sampah organik bisa kita arahkan untuk dijadikan pupuk. Dan sampah plastik bisa dijual kembali,” ujar Zaidar kepada Suaraindo.id, Jumat 2 Juli 2021.

Zaidar menambahkan, jika pemahaman masyarakat sudah tinggi, tentu sampah yang terbawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya sampah residu atau sampah yang tidak bisa didaur ulang oleh masyarakat.

Kesadaran tersebut, bisa mengurangi beban permasalahan yang ada di TPA, kalau persoalan persampahan bisa ditangani mulai dari rumah tangga masing-masing atau dari lingkungan yang paling kecil.

  • Bagikan