Suaraindo.id—Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak awal 2020 berdampak disegala sektor di Indonesia termasuk di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Geliat perekonomian masyarakat juga sempat lesu sehingga pemerintah dengan berbagai program diluncurkan guna membantu kebangkitan ekomomi masyarakat.
Pelaku usaha rumahan atau UMKM di Kabupaten Sekadau pada pertengahan 2021 merangkak bangkit dengan sejumlah terobosan. Pemerintah Kabupaten Sekadau juga sudah membangun pusat UMKM Center yang terletak di Jalan Merdeka,Desa Sungai Ringin,Kecamatan Sekadau Hilir, UMKM Center Sekadau menyediakan berbagai macam produk lokal khas Sekadau.
Pelaksana UMKM Center, Ayu Andira mengatakan produk lokal yang tersedia diantaranya beras,kopi dan makanan. Selain itu ada pula berbagai macam kerajinan yang ada di kabupaten Sekadau seperti tas dan kain tenun
“Untuk makanan khas kalau sekarang yang dipatenkan itu belum ada kali ya,tapi kalau untuk makanan di sini memang buatannya khas Sekadau seperti gula aren,lempok durian, beras Semabi, kopi-kopi sama makanan olahan lainnya,” ujar Ayu pada Senin (25/10/2021).
Selain itu, Ayu menyampaikan, masyarakat sangat antusias yang mana biasanya dikunjungi oleh pekerja kantor,pengunjung dari luar kota bahkan pemerintah daerah yang sering kali mencari oleh-oleh di UMKM Center.
Menurutnya UMKM Center merupakan tempat atau wadah untuk menampung para produk pelaku usaha di Sekadau.
“Harapannya pelaku usaha berinovasi dalam melakukan produknya,misalnya awalnya kemasannya standar kita bisa datang ke UMKM Center selain untuk pelatihan dan penampungan tempat membuat kemasam pelau usaha,” pungkasnya.
PPKM Sekadau Level 3
Pemerintah Kabupaten Sekadau terus melakukan sosialisasi protokok kesehatan guna menekan angka kasus Covid-19. Seiring dengan program vaksinasi kepada masyarakat dengan dibantu stakeholder.
Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sekadau yang mulanya level 2 saat ini naik menjadi level 3.
Salah satu indikator penyebab turunnya level PPKM di kabupaten Sekadau adalah cakupan vaksinasi yang masih kurang. Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinkes, PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius pada, Senin (25/10/2021).
“Penentu level PPKM sekarang bukan hanya dilihat dari satu indikator,namun satu indikator lagi adalah percepatan vaksinasi di mana percepatan vaksinasi merupakan indikator tambahan yang sekarang kalau levelnya kabupaten kurang dari 50% maka dinaikan tingkatnya,” katanya.
Terdapat dua indikasi vaksin yaitu percepatan dosis pertama dan percepatan dosis bagi lansia.
Namun saat ini,cakupan vaksin di Sekadau masih terbilang rendah sehingga belum bisa memenuhi target percepatan vaksinasi dalam penentu level PPKM, dijelaskannya bahwa saat ini vaksinasi dosis pertama dan kedua baru menyentuh presentase 28%.
Dinas Kesehatan masih terus mengejar percepatan vaksinasi di Sekadau.
“Kalau bisa dosis pertama kita di angka 50% , jadi dosis pertama kita sekarang itu 36% namun kita optimis, kita bisa mampu 50% dan kita harapkan sampai akhir tahun bisa 60% sampai 70%,” pungkasnya. [kun]













