PERKEMBANGAN teknologi informasi telah mengubah lingkup dunia pemasaran dalam beberapa tahun terakhir ini. Metode komunikasi pemasaran yang sebelumnya bersifat tradisional dan konvensional kini telah terintegrasi dalam dunia digital (Ascharisa, 2018).
Kegiatan pemasaran yang memanfaatkan kecanggihan teknologi digital sering kali disebut dengan digital marketing.
Digital marketing terdiri dari pemasaran interaktif dan terpadu yang memudahkan interaksi antara produsen, perantara pasar dan calon konsumen (Purwana et al, 2017).
Di era sekarang ini, para pelaku UMKM hendaknya bisa memanfaatkan media digital sebagai salah satu upaya pemasaran produknya sehingga konsumen lebih mengenal produk yang dihasilkan oleh UMKM tersebut.
UMKM yang memiliki akses online, terlibat di media sosial, dan mengembangkan kemampuan ecommerce-nya, biasanya akan menikmati keuntungan bisnis yang signifikan, baik dari segi pendapatan, kesempatan kerja, inovasi dan daya saing.
Akan tetapi, masih banyak UMKM yang belum menerapkan teknologi informasi, khususnya menggunakan media digital dan belum mengerti seberapa besar manfaat dan peranan penggunaan media digital tersebut (Wardhana, 2018).
Salah satu media digital marketing yang sering digunakan adalah Google Bisnis.
GoogleBisnis merupakan aplikasi gratis yang dapat digunakan untuk membantu agar bisnis para pelaku UMKM dapat ditemukan di berbagai produk Google, seperti di Maps dan penelusuran.
Jika pelaku UMKM menjalankan bisnis yang melayani pelanggan di lokasi tertentu, atau melayani pelanggan di area layanan yang ditentukan, Google Bisnis dapat membantu orang lain menemukan bisnis UMKM tersebut (Ridwan et al, 2019).
Media lain yang juga seringkali digunakan dalam digital marketing adalah media sosial, salah satunya Instagram.
Instagram memiliki fitur Akun Bisnis yang memudahkan pelaku bisnis untuk membuat profil bisnis di Instagram dan mengoptimalkan kegiatan bisnis dengan memanfaatkan media sosial tersebut.
Dengan fitur ini, perusahaan dengan berbagai ukuran dapat memperkenalkan profil bisnisnya, memperoleh wawasan tentang pengikut dan kiriman, serta mempromosikan kiriman untuk mendorong tujuan bisnis (Rachmawati, 2018).
Saat ini dunia sedang dilanda pandemi Covid-19 yang tanpa disadari justru mengakselerasi dunia digital karena kebutuhan manusia yang menuntut hal tersebut.
Saat ini layaknya UMKM di Kabupaten Mempawah untuk melek akan pemasaran secara online UMKM harus menganggap perkembangan dunia maya sebagai kesempatan bukan sebagai ancaman.
Dengan perkembangan dunia maya, jejaring sosial dan e-Commerce memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka ke tempat dan orang yang sebelumnya tidak terjangkau karena jarak.
Belum lagi biaya yang relatif kecil dalam membuka toko online dibandingkan membuka toko berbentuk fisik.
Namun, pelaku UMKM di Kabupaten Mempawah juga harus sadar bahwa apa yang berlaku bagi mereka juga berlaku bagi pelaku usaha di tempat lain, dengan kata lain siapa saja bisa memasarkan produk mereka pada konsumen di Kabupaten Mempawah.
Kuncinya, dalam persaingan yang semakin terbuka ini adalah kualitas produk yang terstandarisi. Pelaku UMKM di Kabupaten Mempawah diharapkan untuk terus meningkatkan kualitas produk dan menjadikan kepuasan konsumen sebagai tujuan dari penjualan.
Apa saja yang harus dilakukan UMKM di Kabupaten Mempawah dalam mengembangkan usahanya lewat online antara lain:
Mengembangkan keberadaan di dunia internet
Yang dimaksud dalam mengembangkan keberadaan disini adalah sudah seharusnya UMKM memiliki banyak platform digital, sering membagikan konten yang berkaitan dengan produk mereka, serta jangan segan untuk mengeluarkan biaya untuk memasarkan produk mereka yang bisa saja lewat endorsement dan juga melakukan iklan berbayar di media sosial.
Membuat konten media sosial yang bersifat informatif dan enak dilihat
Jumlah pengguna media sosial sangatlah banyak begitu juga pengguna media sosial sehingga untuk dapat menarik dan konten kita menjadi menarik dibutuhkan kerja ekstra dalam membuat konten.
Foto dan video yang diunggah harus lah informatif dan enak dilihat agar yang melihat konten tersebut menjadi tertarik. Jangan segan dalam menggunakan tenaga profesional dalam membuat konten.
Meningkatkan kualitas produk
Karena persaingan yang semakin terbuka kualitas produk menjadi penentu, kualitas akan membuat konsumen terkesan dan cenderung akan membantu memasarkan produk yang kita jual.
Wajib bagi pelaku UMKM di Kabupaten Mempawah untuk tahu standar bagi produk yang mereka jual dan menjual produk yang setidaknya sesuai standar tersebut.
Manajemen bisnis yang baik
Pelaku UMKM seringkali gagal dalam melanjutjan usahanya karena buruknya manajemen bisnis dan keuangan. Maka dari itu, pelaku UMKM di Kabupateen Mempawah diharapkan dapat diberikan pelatihan dalam usaha untuk mendapatkan ilmu manajemen bisnis yang setidaknya secara dasarnya saja.
Akses terhadap permodalan
Hal ini juga menjadi faktor penting, diharapkan lembaga keuangan di Kabupaten Mempawah dan pemerintah Kabupaten Mempawah dapat mempermudah akses bagi UMKM dalam mendapatkan bantuan permodalan.
Semoga bermanfaat.
Penulis : Muhamar Firmansyah
Mahasiswa Program Pasca-Sarjana Fakultas Manajemen dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak













