Suaraindo.id – Usai rapat tehnis penyelesaian sengketa proses,dilanjutkan dengan penanda tangan,MoU Gerakan Terpadu Desa Sadar Pemilihan Umum (Gardu Sadar Pemilu) oleh Bupati Sanggau Paolus Hadi dan Ketua Bawaslu Sanggau Alipius di kantor Bawaslu Sanggau, Selasa (7/6/2022).
Gardu Sadar Pemilu ini,merupakan suatu gerakan yang dilaksanakan secara terpadu dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah,guna meningkatkan pemahaman bagi kepala desa, aparatur desa dan masyarakat tentang pengawasan pemilu dan pemilihan.
Gerakan ini merupakan strategi Bawaslu untuk mengantisipasi dan menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi,termasuk keterbatasan anggaran dan SDM dalam sosialisasi maupun peningkatan pemahaman masyarakat tentang kepemiluan,materi yang disajikan berbentuk audio visual, sehingga mudah dipahami dan disebarluaskan.
Bupati Paolus Hadi mengatakan, MoU ini intinya untuk memastikan masyarakat Sanggau ikut dalam Pemilu 2024.
“Kita mampu membuat kesadaran masyarakat untuk bisa datang ke TPS (tempat pemungutan suara), agar ikut menggunakan hak pilihnya,” ujarnya usai penandatanganan MoU.
Ia juga mengatakan pengawasan dari Bawaslu sangat penting,agar pelaksanaan berjalan aman dan lancar.
Dikatakan bupati,penandatangan MoU ini, merupakan bentuk kerja sama pemerintah daerah kabupaten Sanggau dan Bawaslu semakin kuat.
“Banyak hal yang sudah lakukan sebelumnya, dan hari ini kita memperkuat lagi dengan menanda tangani MoU Gardu Sadar Pemilu,untuk tahun 2024,”katanya.
“Tantangan yang kita hadapi setelah dilaku kan MoU ini,bagai mana suport dari pemerintah daerah untuk penguatan Bawaslu,agar dapat bekerja lebih profesional dan menguatkan jajarannya sampai ke tingkat desa,memastikan pemilu 2024 berjalan baik dan juga adil,” pungkasnya.













