Suaraindo.id -Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) melakukan koordinasi ke kabupaten kota di Kalbar. Guna mempercepat jalannya program Bangga Kencana. Setelah ke Melawi belum lama ini, dilanjutkan ke Sintang untuk bertemu Bupati Sintang Jarot Winarno.
Pada pertemuan dengan Bupati Sintang Jarot Winarno, Pelaksana Tugas BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Aulia Arfiansyah Arief melakukan koordinasi tentang rencana program Bangga Kencana yang akan dijalankan di tahun ini.
“Anggaran Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) yang akan dikucurkan di Kabupaten Sintang tahun ini mencapai Rp 9.687.272 Miliar. Dari total anggaran BOKB itu dibagi ke enam menu,” katanya.
Lanjut, yaitu operasional balai penyuluhan KB, operasional pelayanan KB, operasional penggerakan di Kampung KB, operasional penurunan stunting, operasional pembinaan program oleh kader dan dukungan manajemen dan SIGA. Dari ke enam menu itu, alokasi buat penanganan stunting di Sintang lumayan besar. Yaitu mencapai Rp 6.279 Miliar
Selain memaparkan alokasi BOKB. Aulia juga memberitahu bahwa ada empat daerah yang kepala daerahnya disemat orang tua hebat. Yaitu Kabupaten Sambas, Melawi, Kubu Raya dan Sintang. Pengukuhan orang tua hebat ini akan dilaksanakan di Jakarta, langsung oleh Kepala BKKBN Hasto Wardoyo.
Bupati Sintang Jarot Winarno menyambut baik koordinasi yang dilakukan BKKBN Kalbar. Kaitan dengan alokasi dana BOKB yang mencapai Rp 9 miliar, tentu harus diserap dengan mekanise yang telah diatur.
Angka stunting di Sintang pada 2021 mencapai 38 persen, optimis akan turun di tahun ini.
Mengenai penyematan dirinya menjadi orang tua hebat juga mendapat respon positif. Iapun akan hadir saat pengukuhan orang tua hebat pada kepala daerah di seluruh Indonesia nanti.
“Untuk penempatan Technical Assistant tim satgas percepatan penanganan stunting di Sintang, diharapnya bisa bekerjasama dengan Dinas KB di sini. Dengan sinergi ini harapan stunting di Sintang bisa terus turun angkanya,” pungkasnya.