Kapolres Roman Pimpin Rakor Penanganan Stunting di Asahan

  • Bagikan
Kapolres Asahan AKBP Roman Smaradhana Elhaj memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan stunting di wilayah Kabupaten Asahan.

Suaraindo.id – Kapolres Asahan AKBP Roman Smaradhana Elhaj memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan stunting di wilayah Kabupaten Asahan.

Rakor yang dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Asahan Oktoni Erianto tersebut digelar di aula Wira Satya Polres Asahan, lantai 1, Selasa (28/3/2023).

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menindaklanjuti arahan dari Presiden, yang memerintahkan kita semua untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Dalam hal ini, khususnya di wilayah Kabupaten Asahan,” kata Kapolres Asahan AKBP Roman Smaradhana Elhaj dalam sambutannya.

Ia juga mengatakan, menurut data dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan saat ini, ada sebanyak 295 jiwa anak atau sekitar 15,3 %.

“Perlu kita lakukan langkah-langkah yang optimal. Dalam hal ini, kita memiliki tanggungjawab yang sama dalam hal penanganan stunting. Mohon izin, agar kiranya kami bisa mendapatkan perkembangan terkait dengan penanganan stunting dari masing-masing dinas terkait. Karena saya juga akan melaporkan terkait dengan penanganan-penanganan stunting di wilayah Kabupaten Asahan,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Asahan Oktoni Erianto mengatakan, dalam hal penanganan stunting sangat diperlukan peran dan kerjasama dari berbagai pihak.

“Saat ini, program yang sedang akan dilaksanakan oleh dinas pertanian, yaitu melakukan penanaman padi yang memiliki kandungan calsium zat besi dengan luas areal lahan seluas 2 hektar,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, padi tersebut diperkirakan akan panen pada bulan Oktober 2023 dan akan diberikan secara gratis kepada warga terdampak stunting.

“Terkait penanganan stunting, dalam hal ini pemerintah melalui dinas pertanian akan mengalokasikan anggaran dari APBN sebesar Rp 75 juta/desa. Dari APBD sebesar Rp 39 juta, khusus Desa Sumber Harapan, Kecamatan Buntu Pane,” tuturnya.

Sementara itu, mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Pardamean Sitorus menyampaikan, hingga saat ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan belum memiliki data stunting, baik dari tingkat TK maupun PAUD.

“Namun demikian, terkait stunting, kami selalu mensosialisasikan melalui guru dengan memberikan pengarahan kepada murid, agar tidak melakukan pernikahan dini,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan, terhadap kegiatan lain, Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan melakukan sosialisasi kepada kelompok Ibu-ibu, agar memberikan asupan gizi yang baik kepada anak-anaknya.

“Namun, terhadap kegiatan tersebut tidak kami dokumentasikan,” ujarnya.

Namun, ia menyatakan, siap membantu dari segi pendidikan bila menemukan kasus stunting di sekolah TK maupun PAUD yang ada di Kabupaten Asahan.

Penulis: Rendi BragaEditor: Redaksi
  • Bagikan