DP3KB Kubu Raya Intensif Lakukan Upaya Penurunan Angka Stunting melalui Pendekatan Terpadu

  • Bagikan
Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DP3KB Kubu Raya, Nani Nila Kusuma. ANTARA/

Suaraindo.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Kubu Raya tengah giat melakukan upaya penurunan angka stunting dengan menjangkau sebanyak 17.895 balita di wilayahnya melalui intervensi spesifik dan sensitif.

Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan, dan Kesejahteraan Keluarga DP3KB Kubu Raya, Nani Nila Kusuma, mengungkapkan bahwa program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Target intervensi tidak hanya untuk balita, tetapi juga mencakup keluarga berisiko, calon pengantin, dan ibu hamil. “Kami melakukan secara bersama-sama terkoordinasi dengan stakeholder, tidak hanya balita tapi juga keluarga berisiko, calon pengantin, dan ibu hamil,” ujarnya, mengutip pernyataan dari ANTARA pada Senin (4/11/2024).

Dari 17.895 balita yang menjadi sasaran, sebagian besar berada di Kecamatan Sungai Raya dengan jumlah 8.677 anak, diikuti oleh Kecamatan Sungai Kakap (5.290), Kecamatan Sungai Ambawang (2.586), Kecamatan Terentang (687), dan Kecamatan Teluk Pakedai dengan 775 anak. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Kubu Raya pada tahun 2023 mencapai 25,4 persen, dan ditargetkan turun menjadi 22,98 persen pada tahun 2024.

Intervensi spesifik yang dilaksanakan mencakup pemberian makanan pendamping ASI, serta peningkatan sanitasi dan akses air bersih. Sementara itu, intervensi sensitif berfokus pada penyediaan makanan dan suplemen bergizi bagi balita. “Kita juga melihat sanitasinya dengan memberi bantuan untuk tempat air minum dan lain sebagainya. Kami juga melibatkan bapak-bapak asuh yang memberikan bantuan berupa telur dan makanan sehat untuk anak-anak,” tambah Nani.

Kubu Raya telah meluncurkan berbagai program inovatif untuk mendukung penurunan stunting, antara lain program seledri, pengadaan USG portable di desa, sistem informasi geospasial dan WBGIS Kepong Balol, serta Posyandu Integrasi Sehar Ceria (Ponsera). Gerakan Remaja Cegah Stunting (Gera Ceting) dan program mandiri puskesmas, serta promosi gemar makan ikan dan pengadaan alat ukur panjang badan juga merupakan bagian dari inisiatif ini.

Sekretaris Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat, Muslimat, menjelaskan bahwa Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) telah dibentuk untuk mendukung upaya ini di setiap kabupaten dan kota di Kalbar. TPPS terdiri dari berbagai stakeholder yang bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil, memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia enam bulan, serta menyediakan makanan pendamping ASI (MPASI) yang sehat.

“Stunting dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu gizi spesifik dan gizi sensitif. Gizi spesifik ini sudah ditangani oleh Dinas Kesehatan, sementara gizi sensitif ini merupakan hasil kolaborasi dengan semua sektor,” jelas Muslimat.

Dengan pendekatan terpadu dan dukungan dari berbagai pihak, DP3KB Kubu Raya optimis dapat menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan anak-anak di daerah ini.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan