Suaraindo.id – Peredaran narkoba di Kabupaten Melawi semakin menjadi sorotan berbagai elemen masyarakat. Ancaman zat terlarang ini dinilai sudah berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan dan berpotensi memicu peningkatan angka kriminalitas, khususnya di kalangan remaja.
Ketua Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Kabupaten Melawi, Adang Wahyudi, menyampaikan keprihatinannya terhadap lemahnya upaya penegakan hukum dalam pemberantasan narkoba.
“Kita sangat mendukung penuh aparat dalam memberantas narkoba di Melawi. Hanya saja, pengungkapannya perlu lebih dimaksimalkan,” ujar Adang kepada Suarakalbar.co.id, Rabu (14/5/2025).
Menurut Adang, tingginya peredaran narkoba berdampak langsung pada meningkatnya tindak kriminal, terutama pencurian yang melibatkan kalangan muda.
“Tindak kriminalitas seperti aksi pencurian, khususnya oleh para remaja, sebagian besar terjadi karena mereka sudah menjadi korban narkoba jenis sabu. Ketika tak punya uang untuk membeli, mereka memilih mencuri karena sudah kecanduan,” jelasnya.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menekan angka peredaran narkoba di Melawi.
“Kolaborasi adalah kunci. Dengan bersatu, kita bisa melindungi generasi masa depan dari kehancuran akibat narkoba,” tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Persatuan Orang Melayu (POM) Kabupaten Melawi, Zulkifli. Ia mendukung penuh segala upaya yang dilakukan pemerintah dalam memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya.
“Kami dari POM mendukung penuh pemberantasan narkoba sampai ke akar-akarnya. Harus ada langkah konkret dan inovatif agar para pelaku tidak bisa lagi beraksi di Melawi,” ujar Zulkifli.
Ia menambahkan bahwa peredaran narkoba juga turut merusak nilai-nilai adat dan kearifan lokal yang selama ini menjadi identitas masyarakat Melawi.
“Narkoba ini bukan hanya merusak individu, tapi juga merusak tatanan sosial dan adat istiadat kita. Ini adalah musuh bersama,” katanya.
Zulkifli menegaskan pentingnya operasi gabungan secara berkala untuk menangkap para pengedar, khususnya jaringan bandar besar, guna memutus rantai distribusi narkoba di wilayah tersebut.
“Operasi gabungan harus terus dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Kita tidak bisa membiarkan para bandar narkoba merusak daerah ini,” tutupnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS