Bupati Kayong Utara Hadiri Penandatanganan MoU Program Gizi Nasional di Kalbar

  • Bagikan
Bupati Kayong Utara Romi Wijaya tengah menandatanggani nota program makan bergizi di Ruang Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat. Selasa, (03/07/ 2025).SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menghadiri kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pemerintah Daerah se-Provinsi Kalimantan Barat, yang dilangsungkan di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (3/6/2025).

Kehadiran Bupati Romi mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis sebagai prioritas nasional dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan anak usia sekolah.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mewujudkan Generasi Emas 2045. “Kami dorong agar bahan pangan yang digunakan berasal dari produksi lokal. Ini bukan hanya soal gizi, tapi juga pemberdayaan ekonomi daerah,” ujar Ria Norsan.

Program ini, kata Gubernur, akan melibatkan sekolah, UMKM, koperasi, petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro secara langsung, serta didukung oleh koperasi pangan ‘Warna Putih’. Ia juga menyampaikan rencana pendirian Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda sebagai bagian dari penguatan ekosistem gizi berkelanjutan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa program ini menargetkan 82,9 juta jiwa secara nasional, mulai dari ibu hamil dan menyusui hingga peserta didik PAUD sampai SMA. Di Kalimantan Barat, sekitar 586 titik layanan teknologi gizi akan dibentuk dari total 30.000 satuan nasional.

“Pendekatannya berbasis geospasial, dengan sekolah sebagai titik layanan utama. Kami menghitung radius 4 kilometer dari sekolah untuk menjangkau balita, ibu hamil, dan menyusui,” jelas Dadan.

Ia juga menyinggung pentingnya strategi berbasis data dan keberpihakan terhadap kelompok rumah tangga menengah ke bawah, mengingat proyeksi populasi Indonesia mencapai 324 juta jiwa pada 2045.

Bupati Romi Wijaya menyambut baik nota kesepahaman ini dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti program di daerah. “Kami akan mengintegrasikan program ini ke dalam rencana pembangunan daerah dan membentuk tim koordinasi lintas perangkat daerah,” ujar Romi.

Ia menambahkan bahwa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat akan digencarkan agar kesadaran akan pentingnya gizi seimbang semakin luas.

Kegiatan ini turut dihadiri para Bupati/Wali Kota se-Kalbar, Kepala BGN, Kepala Bappeda, serta Kepala Badan Keuangan Daerah dari seluruh kabupaten/kota.

Melalui sinergi yang solid antara pusat dan daerah, program ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting, memperkuat ketahanan pangan, dan mencetak generasi Kalbar yang sehat, cerdas, dan produktif.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan