Suaraindo.id – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menggelar acara “Kampus Kebangsaan: Pembinaan Mahasiswa Berprestasi” sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus membentengi mahasiswa dari paparan paham radikalisme, Jumat (26/9/2025).
Dalam acara tersebut, Dr. Yusriadi, MA, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Barat sekaligus Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Pontianak, menyampaikan pentingnya kearifan lokal, sikap kritis, serta peran mahasiswa dalam menjaga keutuhan bangsa.
Mengawali sambutannya, Dr. Yusriadi menyinggung kearifan lokal masyarakat Kalbar seperti tradisi berpantun dan cara khas mengukur jarak. Menurutnya, nilai budaya ini merupakan identitas bangsa yang perlu dijaga dan dapat menjadi benteng moral bagi generasi muda.
“Siapapun, Israel tidak boleh bom Gaza, tapi Hamas juga tidak boleh bom Israel, karena dua-duanya membunuh,” tegas Dr. Yusriadi, menyoroti isu konflik global dan bahayanya simpati terhadap kekerasan.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam distorsi informasi di era digital. Menurutnya, media sosial kerap menjadi pintu masuk penyebaran paham radikal. Untuk itu, mahasiswa perlu mengedepankan prinsip 5W1H (What, Who, When, Where, Why, How) dan ajaran Al-Qur’an tentang tabayyun (verifikasi berita) sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Hujurat ayat 6.
“Menyampaikan aspirasi bagus, bakar polisi tidak bagus, hancur terminal tidak bagus,” ujarnya, menekankan perbedaan antara aspirasi konstruktif dengan aksi anarkis.
Dr. Yusriadi menegaskan radikalisme adalah pintu masuk menuju terorisme, yang seringkali tumbuh dari simpati terhadap aksi kekerasan. Ia meyakini mahasiswa IAIN Pontianak, dengan bekal ilmu agama dan pengetahuan yang kuat, akan mampu menangkal ideologi berbahaya tersebut.
Acara Kampus Kebangsaan ini merupakan hasil kolaborasi IAIN Pontianak bersama FKPT Kalbar. Tujuannya, membina mahasiswa berprestasi agar menjadi agen perubahan yang cinta tanah air, menjunjung Pancasila, dan menjaga keutuhan NKRI.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













