Kalbar Siap Jadi Tuan Rumah Perayaan Hari Pantun Dunia dan Nasional 2025

  • Bagikan
Ketua ATL Kalbar cq Ketum DPP Majelis Adat Budaya Melayu Prof Dr H Chairil Effendy MS memberikan arahan kepada SC kegiatan dimaksud.SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Provinsi Kalimantan Barat tengah bersiap menyambut dua momentum bersejarah: Hari Pantun Dunia (Harpandu) dan Hari Pantun Nasional (Hartunas) yang akan diperingati pada 16–17 Desember 2025 mendatang. Kedua peringatan ini lahir dari rekomendasi ilmuwan nasional di Universitas Tanjungpura pada 30 Oktober 2023, serta deklarasi Harpandu di Rumah Budaya Kampung Caping, tepian Sungai Kapuas, bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Indonesia serta AFS International Branch Jakarta.

Dukungan datang dari berbagai pihak, di antaranya DPP Majelis Adat Budaya Melayu, Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Kalbar, Binabud Chapter Pontianak, hingga komunitas Serumpun Berpantun. Kalbar menjadi salah satu daerah yang sejak dini menyiapkan diri untuk menyemarakkan perayaan akbar ini, menyusul keputusan UNESCO PBB serta Keputusan Menteri Kebudayaan RI Nomor 163/M/2025 yang ditandatangani Dr. Fadli Zon, S.Sn., M.Sc.

Panitia pelaksana menyiapkan lima agenda berskala global yang akan berlangsung di Pontianak dan melibatkan jejaring nasional hingga internasional:

Pontianak Pantun International Writer yang di dalamnya juga digelar seminar-seminar regional.

Band Malay Creative Competition, lomba kreativitas musik berlandaskan seni tutur pantun.

International Pantun Idol, ajang pencarian bakat pantun dengan sistem karantina layaknya akademi.

Exhibition dan Muhibah Seni, pertunjukan keliling di 14 kabupaten/kota se-Kalbar serta kerja sama dengan 20 Chapter Bina Antarbudaya di 20 provinsi Indonesia, guna menyosialisasikan Harpandu dan Hartunas.

International Award, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi terhadap kelestarian pantun.

Perayaan ini juga mendapat dukungan erat dari ATL Pusat, KNEKS, Bappenas, Kementerian Kebudayaan, serta pemerintah kota dan provinsi di Kalbar.

Hadirnya Harpandu dan Hartunas diharapkan semakin mengokohkan pantun sebagai warisan budaya tak benda yang diakui dunia, sekaligus menjadi kebanggaan Kalimantan Barat sebagai episentrum budaya pantun di Indonesia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan