suaraindo.id — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang secara resmi membuka Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) IAKN Kupang 2025 di Aula El Tari Kupang, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini mengusung tema besar “Aku Hendak Memuji Tuhan pada Segala Waktu” (Mazmur 34:2a) dengan subtema “Mari Bersatu dalam Pujian yang Tak Terbatas oleh Perbedaan.”
Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Rektor IAKN Kupang, I Made Suardana, M.Th. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa Pesparawi bukan hanya ajang perlombaan suara, tetapi wadah pembentukan karakter berlandaskan iman dan persaudaraan.
“Pesparawi lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah ruang ekspresi iman, persaudaraan, dan pembentukan karakter,” ujar Rektor Suardana.
“Kami ingin membagi ilmu yang benar-benar berdampak bagi masyarakat. Pesparawi memberi tantangan bagi mahasiswa untuk tampil di hadapan audiensi besar dan memahami kekuatan seni dalam kehidupan beriman.”
Menurutnya, Pesparawi merupakan bagian dari misi institusi — bukan hanya akademik, tetapi juga spiritual dan sosial — serta diharapkan mampu melahirkan talenta musik gerejawi baru dan memperkuat kebersamaan umat di Nusa Tenggara Timur.
Dikuti 44 Peserta dan Hadirkan Juri Profesional
Untuk menjaga objektivitas penilaian dan mutu pelaksanaan, panitia menghadirkan tim juri profesional dengan reputasi nasional. Pesparawi 2025 berlangsung selama tiga hari, 11–13 November 2025, dan diikuti 44 peserta dari berbagai wilayah seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), serta Kabupaten Alor.
Adapun kategori lomba meliputi:
• Paduan suara anak
• Paduan suara SMA/SMTK/SMAK
• Paduan suara dewasa campuran
• Vokal grup umum
• Musik pop gerejawi umum
Selama pelaksanaan, suasana Aula El Tari dipenuhi semangat pujian, harmoni paduan suara, dan ekspresi iman yang menggetarkan hati seluruh peserta dan penonton.
Rektor Sampaikan Apresiasi di Akhir Acara
Menutup rangkaian kegiatan, Rektor Suardana menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, juri, pemerintah daerah, dan pihak pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa Pesparawi merupakan ruang pembinaan karakter spiritual, solidaritas, dan kreativitas yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Pesparawi bukan semata lomba, tetapi ruang untuk membangun karakter spiritual yang kuat, solidaritas, dan kreativitas yang berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Keberhasilan penyelenggaraan tahun ini menjadi tonggak komitmen IAKN Kupang untuk menjadikan Pesparawi sebagai agenda rutin yang ditingkatkan dari segi kualitas maupun kuantitas di masa mendatang.













