suaraindo.id — Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menyiapkan tiga program diskon belanja nasional untuk meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Selain memberikan stimulus konsumsi akhir tahun, kebijakan ini juga diharapkan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV.
Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) menyampaikan hal tersebut pada Konferensi Pers Kebijakan Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV dan Kesiapan Nataru 2025 yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (26/11) di Jakarta. Konferensi pers tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu.
“Menjelang Nataru, kami telah menyiapkan tiga program utama. Harapannya, kebijakan ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Mendag Busan.
Tiga program diskon nasional tersebut meliputi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), Belanja di Indonesia Aja (BINA) Great Sale Indonesia 2025, dan Every Purchase Is Cheap (EPIC) Sale. Harbolnas akan berlangsung pada 10–16 Desember 2025 bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). Sementara BINA Great Sale Indonesia 2025, yang didukung HIPPINDO dan APPBI, digelar pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dengan promosi diskon hingga 80 persen di pusat-pusat perbelanjaan. Adapun EPIC Sale, kerja sama dengan APRINDO, berlangsung 1–31 Desember 2025 dengan penawaran potongan harga hingga 70 persen.
Program tersebut diharapkan menjadi magnet bagi konsumen dan memberikan dorongan signifikan terhadap transaksi perdagangan ritel, baik offline maupun online.
Selain memacu belanja nasional, Kemendag juga memastikan stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok). Mendag Busan menyampaikan bahwa harga bapok saat ini berada pada level terkendali dan pasokan aman berdasarkan hasil pemantauan langsung di beberapa pasar rakyat, seperti Pasar Raya Padang (18 November 2025), Pasar Rakyat Sememi Surabaya (13 November 2025), dan Pasar Cihapit Bandung (20 November 2025).
“Kami sudah melakukan beberapa kali kunjungan. Kami temukan bahwa harga relatif terkendali dan stabil, mendekati Harga Eceran Tertinggi. Minggu depan kami akan melakukan koordinasi lanjutan dengan distributor serta pemasok untuk memastikan stabilitas menjelang Nataru,” jelas Mendag Busan.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyelesaikan penyempurnaan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2024 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat, untuk memastikan distribusi minyak goreng rakyat MINYAKITA berjalan lancar. Perubahan aturan tersebut menetapkan bahwa minimal 35 persen distribusi minyak goreng akan ditangani oleh BUMN pangan, yaitu Bulog dan ID Food.
“Proses harmonisasi perubahan Permendag 18/2024 hampir selesai. Setelah penandatanganan, kami pastikan penyaluran minyak goreng pada periode Nataru menjadi lebih baik,” terang Mendag Busan.
Melalui kombinasi strategi stimulus belanja besar-besaran, pengawasan harga kebutuhan pokok, dan penataan distribusi minyak goreng, pemerintah optimistis dapat menjaga perputaran ekonomi dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati libur akhir tahun dengan harga yang terjangkau dan ketersediaan barang yang terjamin.













