suaraindo.id — Banjir yang melanda Desa Pasar Terandam, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada November 2025 menyebabkan kerusakan serius pada permukiman dan perekonomian warga. Sejumlah rumah rusak dan hilang, peralatan elektronik tidak dapat digunakan, dan sebagian warga terpaksa mengungsi.
Salah seorang warga terdampak, Wadri Julyansyah Chaniago, mengungkapkan bahwa kondisi masyarakat pasca bencana sangat memprihatinkan.
“Rumah kami hancur, perekonomian juga hancur, dan mata pencaharian kami ikut terdampak. Saat ini kami benar-benar berharap uluran tangan dari pemerintah,” ujar Wadri kepada awak media, Minggu (28/12)
Menurut Wadri, bantuan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar warga dapat bertahan hidup.
“Kalau tidak ada bantuan dari pemerintah, mungkin kami di desa ini sudah tidak bisa makan. Kami berharap pemerintah desa, kabupaten, hingga pemerintah pusat bisa segera membantu kami,” katanya.
Ia menjelaskan, hingga kini bantuan yang diterima warga masih sebatas kebutuhan pokok. Sementara itu, perbaikan rumah warga yang rusak belum terealisasi.
“Bantuan sembako masih ada, tapi untuk perbaikan rumah warga belum ada. Yang dilakukan baru pembersihan lumpur dan perbaikan jalan sementara,” jelasnya.
Akibat kerusakan rumah yang parah, Wadri mengaku belum dapat kembali ke tempat tinggalnya. “Rumah saya sudah tidak mungkin ditempati, jadi sementara kami masih menumpang di rumah saudara,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Desa Pasar Terandam, Muhamad Pahlevi Pasaribu, membenarkan besarnya dampak banjir yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa banjir melanda wilayah tersebut sejak 25 November 2025, dengan dampak yang masih dirasakan hingga saat ini.

“Akibat banjir, satu unit rumah warga hilang terbawa derasnya arus, sementara beberapa rumah lainnya di sekitarnya mengalami kerusakan,” ujarnya.
Selain kerusakan bangunan, banjir juga menyebabkan kerugian material lainnya. “Banyak peralatan elektronik milik warga yang rusak akibat banjir dan gangguan listrik pasca bencana,” kata Muhamad Pahlevi Pasaribu.
Saat ini, pemerintah desa bersama masyarakat masih melakukan gotong royong membersihkan lingkungan, termasuk penimbunan tanah dan pembersihan lumpur. Pemerintah desa juga terus melakukan pendataan kerusakan sebagai dasar pengajuan bantuan lanjutan.
Warga berharap pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat dapat segera memberikan bantuan konkret, khususnya untuk perbaikan rumah dan pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana.













