suaraindo.id – Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama kembali tercermin dalam persiapan Perayaan Natal Nasional 2025 yang akan digelar pada 5 Januari 2026 di Tennis Indoor Senayan. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan melalui keterlibatan Banser dalam mendukung pengamanan kegiatan keagamaan berskala nasional tersebut.
Ketua Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa perayaan Natal Nasional tahun ini dilaksanakan secara sederhana, terbuka, dan inklusif, dengan mengedepankan nilai persaudaraan serta dampak nyata bagi masyarakat.
“Perayaan Natal Nasional ini bukan hanya perayaan umat Kristiani, tetapi juga momentum kebangsaan. Karena itu, keterlibatan berbagai elemen bangsa, termasuk Banser, menjadi simbol kuat persatuan dan toleransi di Indonesia,” ujar Maruarar dalam rapat persiapan panitia di Gedung PGI, Jakarta (19/12).
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser, Abdul Mufid, menyampaikan bahwa Banser akan mengerahkan sekitar 200 personel untuk mendukung pengamanan Natal Nasional 2025. Ia menegaskan bahwa partisipasi Banser merupakan bentuk komitmen menjaga kerukunan dan menjamin rasa aman umat dalam menjalankan ibadah.
“Banser setiap tahun selalu terlibat dalam pengamanan Natal. Bukan hanya Natal Nasional, tetapi juga pengamanan perayaan Natal di gereja-gereja dan tempat ibadah di berbagai daerah di Indonesia,” kata Abdul Mufid.
Menurutnya, kehadiran Banser dalam pengamanan Natal bukan semata karena permintaan resmi, melainkan sudah menjadi bagian dari tanggung jawab moral dan kebangsaan.
“Diperintah ataupun tidak, itu sudah menjadi kewajiban kami. Ini adalah komitmen Banser dalam menjaga kebebasan beribadah dan persaudaraan antarumat beragama,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Banser akan menerapkan dua pola pengamanan, yakni pengamanan di dalam dan di luar area kegiatan. Pengamanan luar dilakukan sejak jemaat datang, memasuki lokasi ibadah, hingga kegiatan selesai dan jemaat kembali pulang dengan aman dan tertib.
“Sementara pengamanan di dalam bertujuan memastikan ibadah berlangsung dengan khidmat dan kondusif. Prinsip kami adalah bagaimana jemaat merasa aman, nyaman, tenteram, dan lancar dalam beribadah,” jelas Abdul Mufid.
Selain itu, Banser juga mengedepankan langkah antisipatif melalui pemantauan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Kami selalu bersinergi dengan Polri dan TNI. Koordinasi ini sudah menjadi bagian dari pola kerja kami dalam setiap pengamanan kegiatan besar,” tambahnya.
Abdul Mufid berharap Perayaan Natal Nasional 2025 tidak hanya berjalan aman dan lancar, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan dan solidaritas.
“Semoga Natal Nasional ini membawa berkah bagi seluruh umat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi para korban bencana di berbagai daerah di Indonesia. Semangat kemanusiaan dan persaudaraan inilah yang ingin kita kuatkan,” pungkasnya.













