Gubernur Ria Norsan Tancap Gas Keliling Kalbar: Pastikan Program Tepat Sasaran dan Dirasakan Masyarakat

  • Bagikan
Gubernur Ria Norsan Tancap Gas Keliling Kalbar: Pastikan Program Tepat Sasaran dan Dirasakan Masyarakat

Suaraindo.id – Setelah dilantik pada Februari 2024 lalu, Gubernur Ria Norsan langsung tancap gas melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah di Kalimantan Barat. Selain menghadiri agenda-agenda besar yang terpusat di Kota Pontianak, Norsan turun ke lapangan untuk jemput bola, mendengar langsung persoalan masyarakat, serta memastikan program pemerintah berjalan lancar dan tepat sasaran—baik program Pemprov maupun program nasional di Kalbar.

Bengkayang, Singkawang, Sambas, Mempawah

Gubernur Ria Norsan mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Kabupaten Bengkayang. Program panen serentak ini merupakan inisiatif Presiden yang dilaksanakan oleh TNI dan Polri.

Norsan menilai kolaborasi antar-stakeholder ini menjadi langkah positif dalam memperkuat ketahanan pangan.

Tak hanya di Bengkayang, Gubernur Ria Norsan bersama Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto juga turun langsung pada kegiatan tanam jagung serentak di Kota Singkawang, yang merupakan bagian dari program nasional penanaman jagung kuartal IV. Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, di mana Kalbar sendiri telah berhasil memanen sekitar 111 ribu ton jagung.

Selain jagung, Norsan juga ikut serta dalam Panen Raya Padi bersama para petani Gapoktan Sepakat Bumi Lestari di Desa Mensere, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Ia berharap Indonesia segera mencapai swasembada pangan agar tidak kekurangan pasokan di masa depan.

“Ayo kita dukung program Asta Cita Presiden Prabowo, baik pemerintah maupun seluruh lapisan masyarakat,” ajaknya.

Dari Sambas, Gubernur Norsan bertolak ke Kota Singkawang untuk meninjau langsung pelaksanaan operasi pasar di Terminal Beringin. Ia bertemu dengan masyarakat yang mengantre untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Operasi pasar ini kita hadirkan agar harga dan ketersediaan stok kebutuhan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur bersama Wali Kota memberikan diskon lebih dari 50 persen untuk sejumlah komoditas. Ia menegaskan Pemprov Kalbar terus menggencarkan operasi pasar murah melalui kolaborasi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar benar-benar tepat sasaran.

Di Kabupaten Mempawah, Gubernur Ria Norsan mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk meninjau dan mensosialisasikan sejumlah program nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, serta berbagai inisiatif ketahanan pangan.

Norsan menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Kapuas Hulu, Melawi, Sintang, Sanggau, Sekadau

Kunjungan pertama dimulai dari Kapuas Hulu. Di daerah ini, Gubernur Kalbar meninjau lokasi pembangunan Politeknik Negeri Pontianak di Kapuas Hulu, membuka MTQ ke-33, hingga menghadiri Pengukuhan DMI Kapuas Hulu.

Ia juga meninjau Gelar Pangan Murah untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mengecek stok dan harga bahan pokok di Pasar Pagi Pantai Sibau. Norsan pun menyambangi kediaman warga penerima bantuan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemprov Kalbar sebagai upaya menekan angka kemiskinan ekstrem.

Dari Putussibau, Norsan melanjutkan perjalanan ke Semitau untuk meninjau pembangunan Jembatan Sejiram–Semitau dan peningkatan Jalan Simpang Medang–Nanga Mau.

Perjalanan berlanjut ke Sintang dan Melawi. Di Sintang, Norsan meninjau pembangunan ruas jalan Simpang Medang–Nanga Mau. Sementara di Melawi, ia bahkan menyusuri langsung kondisi ruas Sayan–Kotabaru dan Kotabaru–Sokan.

Dari panjang ruas Sayan–Kotabaru sepanjang 23 km, sekitar 4,5 km telah diperbaiki. Pada ruas Kotabaru–Sokan sepanjang 10 km, baru 1 km yang rampung.

“Pembangunan ini sudah berjalan, tetapi belum semuanya bisa kita selesaikan. Targetnya, insyaallah tuntas pada 2026–2027,” ujar Ria Norsan.

Di Sanggau, Gubernur memastikan layanan publik berjalan baik dengan meninjau langsung pelayanan ASN di Kantor Camat Tayan Hilir. Ia juga hadir dalam Perang Ketupat bersama ribuan warga sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

Norsan menegaskan komitmennya memperkuat budaya dan pariwisata melalui penguatan infrastruktur, digitalisasi promosi budaya, pemberdayaan UMKM, dan memasukkan festival daerah dalam kalender pariwisata provinsi.

Untuk Sekadau, Gubernur Ria Norsan memberikan perhatian yang sama untuk kemajuan daerah. Salah satunya dengan mengucurkan sekitar Rp20 miliar lebih untuk perbaikan infrastruktur di Sekadau. Diantaranya ruas jalan Sekadau–Rawak, jalan Nanga Taman–Maham hingga perbaikan jembatan roboh di Sekadau dan beberapa kegiatan penguatan tebing.

Landak, Kubu Raya, Ketapang, Kayong Utara

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Landak, Gubernur Norsan meninjau ruas jalan Nahaya–Simpang Amboyo Selatan. Ia mengumumkan alokasi anggaran Rp5 miliar untuk perbaikan jalan tersebut guna meningkatkan konektivitas wilayah.

Kunjungan ini juga dirangkai dengan kegiatan Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat XXII, Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53, dan Hari Keluarga Nasional ke-32 Tingkat Provinsi Kalbar.

Di Kubu Raya, Gubernur Ria Norsan meresmikan program prioritas Gema Membangun Desa (GMB), sebuah terobosan yang menghadirkan pelayanan publik langsung di desa. Melalui program ini, Gubernur akan menginap di desa-desa untuk menyerap aspirasi warga serta membawa sejumlah pelayanan lintas OPD ke tingkat desa.

Setelah peluncuran program, Norsan meninjau progres pembangunan kembali Jembatan Sungai Kakap yang tengah direkonstruksi total dengan desain yang lebih kuat dan modern.

Di Ketapang, Gubernur Ria Norsan meninjau progres peningkatan Jalan Pesaguan–Kendawangan. Meski anggaran provinsi tengah mengalami efisiensi, pemerintah tetap mengalokasikan sekitar Rp16 miliar untuk penanganan jalan batas Kota Ketapang–Pesaguan, mencakup perbaikan efektif sepanjang 1,5 km dan penanganan fungsional sepanjang 20 km

“Dengan keterbatasan saat ini, pekerjaan difokuskan pada titik kerusakan paling parah. Yang penting masyarakat bisa lewat, lubang-lubang besar kita tutup karena dana terbatas,” jelasnya.

Pemprov Kalbar menargetkan kondisi jalan di Ketapang mencapai 80 persen mantap dalam lima tahun ke depan.

Di Ketapang dan Kayong Utara, Norsan juga turun langsung ke pasar murah memberikan subsidi harga sembako demi menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Di Sukadana, ia meninjau lokasi rencana pembangunan bandara di Desa Riam Berasap. Bandara tersebut menjadi kebutuhan strategis untuk mendukung arus investasi yang terus tumbuh di wilayah selatan Kalbar.

“Banyak investor kini tertarik ke Kalbar, termasuk Kayong Utara. Akses cepat sangat penting, dan bandara akan memperlancar mobilitas mereka,” tegas Norsan.

  • Bagikan