Suaraindo.id – HIV/AIDS masih menjadi salah satu persoalan serius dalam bidang kesehatan masyarakat. Penyakit menular yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga penderitanya menjadi rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit lainnya.
Infeksi HIV membuat sistem imun melemah secara bertahap. Tanpa penanganan dan pengobatan yang tepat, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi AIDS dan berujung pada komplikasi berat hingga kematian.
Penularan HIV umumnya terjadi melalui perilaku berisiko, terutama hubungan seksual yang tidak aman. Selain itu, virus ini juga dapat menular melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian, seperti pada pengguna narkoba suntik, serta dari ibu ke anak selama masa kehamilan, persalinan, maupun menyusui.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya mencatat sebanyak 70 kasus baru HIV/AIDS. Dari jumlah tersebut, 16 kasus di antaranya berasal dari alamat di luar Kabupaten Sambas.
“Data ini menunjukkan bahwa penularan HIV masih menjadi tantangan serius yang harus kita tangani bersama, baik melalui upaya pencegahan maupun deteksi dini,” ujar dr. Ganjar, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, di Kabupaten Sambas terdapat sejumlah kelompok yang dinilai lebih rentan terhadap HIV/AIDS. Kelompok tersebut meliputi lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL), pekerja seks, penderita tuberkulosis (TBC), ibu hamil, pengguna narkoba suntik (NAPZA), serta waria atau transgender.
“Kelompok berisiko ini menjadi prioritas dalam skrining dan edukasi kesehatan, agar penularan HIV dapat ditekan sejak dini,” jelasnya.
Menurut dr. Ganjar, Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas terus memberikan perhatian serius terhadap penanggulangan HIV/AIDS. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari pembentukan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Sambas, peningkatan layanan pemeriksaan HIV, hingga penguatan promosi kesehatan dan penyuluhan kepada masyarakat.
“Kami terus mendorong peran aktif semua pihak agar masyarakat lebih memahami cara pencegahan HIV/AIDS dan tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan lebih luas,” pungkasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













