SUARAINDO.ID ——- Pemain sepak bola King Polo menilai, Kabupaten Lombok Timur memiliki banyak talenta muda potensial yang perlu terus dikembangkan agar mampu bersaing di level nasional.
King Polo mengaku, pengalamannya bermain dan belajar sepak bola di luar negeri (Thailand) menjadi motivasi tersendiri untuk kembali dan berbagi ilmu dengan para pemain muda di daerah.
“Alhamdulillah, sepak bola Lombok Timur ini sebenarnya punya banyak talenta muda. Saya kemarin pergi ke luar negeri agar bisa menjadi contoh buat teman-teman di sini, supaya bisa menimba ilmu dan mencari pengalaman yang lebih jauh,” ujar King Polo, rabu 7 januari 2026.
Perkembangan sepak bola saat ini semakin pesat, baik dari segi pembinaan, kompetisi.
Hal tersebut, menurutnya, dapat menjadi referensi penting bagi perkembangan sepak bola di daerah.
King Polo yang memiliki nama Lengkap Supriandi, juga menyinggung pentingnya regenerasi pemain.
Masih banyak pemain senior berkualitas, namun kesempatan bermain sering kali terbatas karena faktor usia.
“Banyak senior-senior yang bagus, tapi mungkin belum bisa maksimal memperkuat tim karena faktor umur. Harapannya, generasi muda ini bisa terus dibina agar ke depan sepak bola Lombok Timur semakin diperhitungkan,” ujarnya.
Terkait Piala Dunia, King Polo berharap ajang tersebut bisa menjadi inspirasi bagi pemain lokal.
”Saya mendukung timnas Portugal sebagai kandidat juara,” pungkasnya.
Sementara itu, Panitia Larpa Cup sekaligus Pecinta Sepak Bola Kabupaten Lombok Timur, Hilman, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pertandingan yang berjalan aman, tertib, dan sportif.
“Alhamdulillah pertandingan sore hari ini berjalan dengan baik, fair, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Keselamatan pemain dan wasit menjadi prioritas kami,” ujar Hilman.
Panitia pelaksana selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dan TNI guna memastikan keamanan selama pertandingan berlangsung.
“Lombok Timur ini bisa dibilang sangat mania sepak bola. Open Tournament juga paling banyak ada di Lombok Timur. Setelah Liga 1, Liga 2, dan Askab selesai, masyarakat langsung menunggu Open Tournament, salah satunya LARPA Cup,” jelasnya.
Menurut Hilman, LARPA Cup menjadi salah satu turnamen yang paling dinantikan masyarakat dan pecinta sepak bola di Lombok Timur.
“Turnamen ini selalu ditunggu-tunggu. Bahkan banyak yang menyebutnya sebagai ‘champion-nya Lombok Timur’,” katanya.
Hilman menyoroti antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia yang dinilai sangat tinggi. Sepak bola Indonesia suatu saat mampu tampil di ajang tersebut.
“Piala Dunia itu sangat kita tunggu-tunggu. Antusiasme penonton di Lombok Timur luar biasa. Harapan kita tentu Indonesia bisa lolos dan tampil di sana, tapi gagal tahun ini,” ujarnya.
Terkait hak siar Piala Dunia, Hilman mengapresiasi TVRI sebagai televisi nasional yang memungkinkan masyarakat menonton tanpa biaya tambahan.
“Kami berterima kasih kepada TVRI. Mudah-mudahan siaran berjalan lancar, karena masyarakat Lombok Timur ini sangat fanatik dengan sepak bola,” tutupnya.













