SUARAINDO.ID ——- Siapa yang tidak mengenal King Polo diatas lapangam hijau.
Sosok pemuda asal Dasan Bagik Daya, Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur, namanya kini menjelma menjadi salah satu pesepak bola tarkam paling populer di Nusa Tenggara Barat (NTB).
King Polo yang memiliki nama Nama Supriandi, tersebut terkenal dengan Aksi-aksinya di lapangan hijau kerap menyedot perhatian publik, baik di level turnamen antar kampung (tarkam) hingga kompetisi liga regional.
Di balik kelincahan dan gaya bermainnya yang khas serta kerap disebut “tengil” namun menghibur, tersimpan kisah panjang perjuangan seorang anak desa yang tumbuh murni dari bakat alam dan kerja keras.
King Polo sejak kecil telah menunjukkan kecintaan luar biasa terhadap sepak bola.
Kerabat dekat sekaligus saksi perjalanan kariernya, H. Muhammad Amin, mengungkapkan bahwa minat Polo terhadap bola sudah terlihat sejak usia dini.
Bahkan, Polo kecil kerap menangis jika tidak diajak bermain oleh kakak-kakak di desanya.
“Sejak kecil dia memang sudah tergila-gila dengan bola. Kalau tidak diajak main, bisa menangis. Dari situ kelihatan sekali bakat dan kemauannya,” ujar Amin.
Bakat Alam Tanpa Sekolah Sepak Bola
Menariknya, King Polo tidak pernah mengenyam pendidikan formal di Sekolah Sepak Bola (SSB).
Seluruh kemampuannya mengolah si kulit bundar diperoleh secara otodidak, salah satunya dengan mengamati pertandingan dan meniru gerakan pemain dunia melalui tayangan video.
“Kalau lihat di YouTube, dia langsung bisa memeragakan. Dia tidak punya pelatih khusus, tapi gerakannya meniru pemain-pemain dunia. Ini benar-benar bakat alam,” tutur Amin.
Kegigihan Polo bahkan pernah berdampak pada kondisi kesehatannya.
Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, polo kerap menghabiskan waktu berlatih tanpa memedulikan waktu makan dan istirahat.
“Pulang sekolah masih pakai seragam, teman-temannya pulang makan, dia malah ke lapangan. Hampir seminggu begitu sampai akhirnya sakit panas. Dokter sempat bingung, ternyata karena kelelahan berolahraga di siang hari,” kenang Amin.
Gaya Bermain Menghibur, Magnet Penonton
Di lapangan hijau, King Polo dikenal dengan karakter bermain yang provokatif namun atraktif.
Gaya inilah yang membuatnya menjadi magnet penonton di setiap turnamen yang diikutinya. Kehadirannya kerap meningkatkan jumlah penonton, bahkan berdampak pada roda ekonomi kecil di sekitar lapangan.
“Dia memang tengil di lapangan, tapi aslinya baik. Justru kalau main seperti itu, permainannya keluar semua. Penonton senang, panitia senang. Bahkan pedagang asongan sampai menanyakan jadwal main Polo karena pasti ramai,” ujar Amin sambil tertawa saat ditemui di rumahnya king polo, Rabu 14 Januari 2025.
Karier Polo terus menanjak.
Memulai langkah dari klub lokal Pordab (Persatuan Sepak Bola Dasan Bagek), kemudian merumput bersama sejumlah klub ternama seperti Banyu Mulek FC, dan Restu Bumi dan puluhan klub besar lainnya di pulau lombok, sumbawa hingga ke pulau jawa.
Namanya bahkan melambung hingga ke Jakarta Selatan, di mana ia sempat meraih penghargaan “Best Player” dalam sebuah turnamen.
Kebanggaan Desa Apitaik
Keberhasilan King Polo turut membawa dampak positif bagi Desa Apitaik pada umumnya.
Sekretaris Desa Apitaik, Mashuri, menyatakan rasa bangganya atas prestasi yang diraih putra daerah tersebut.
Pemerintah Desa, berkomitmen untuk mendukung lahirnya talenta-talenta muda baru di bidang sepak bola.
“Kami dari Pemdes sangat mengapresiasi keberhasilan Polo. Ini membawa nama baik Desa Apitaik. Melalui Karang Taruna, kami mulai membuka turnamen dan berharap ada regenerasi pemain,” jelas Mashuri.
Pemdes Apitaik juga berencana melakukan pengembangan fasilitas olahraga, termasuk perluasan lapangan, guna mendukung minat dan bakat pemuda setempat.
Ke depan, Mashuri berharap ada kolaborasi antara pemerintah desa, pelaku usaha, dan pelatih profesional dalam pembinaan sepak bola secara berkelanjutan.
“Kita bangga punya talenta seperti Polo. Harapannya, sepak bola bisa menjadi ikon Desa Apitaik,” pungkasnya.
Profil Singkat King Polo
Nama Asli: Supriandi
Nama Panggilan: King Polo (terinspirasi dari komedian Polo Srimulat dan Paolo Maldini)
Tempat Asal: Desa Apitaik, Lombok Timur
Tahun Lahir: 1999
Klub Awal: Pordab (Persatuan Sepak Bola Dasan Bagek)













