Panen Raya Jagung di Kalijaga Timur, Polri Dorong Swasembada Pangan Nasional

  • Bagikan

SUARAINDO.ID —— Wakapolres Lombok Timur, Kompol Sidik Priya Mursita, menghadiri kegiatan panen raya jagung di Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, yang digelar serentak di seluruh Indonesia atas prakarsa Kapolri, Kamis 7 Januari 2026.

‎Kompol Sidik menyampaikan, panen raya tersebut merupakan bagian dari program Polri dalam rangka mendorong, memotivasi, serta mengoptimalkan produksi jagung nasional guna mewujudkan swasembada pangan, khususnya komoditas jagung.

‎“Program ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan jagung nasional, tetapi juga mencapai surplus. Jika sudah surplus, tidak menutup kemungkinan jagung akan diekspor ke luar negeri,” ujarnya.

‎Menurutnya, Kabupaten Lombok Timur memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil jagung karena kondisi tanah yang subur.

Namun demikian, pola tanam jagung tetap menyesuaikan dengan musim.

Pada bulan-bulan tertentu, sebagian petani memilih menanam tanaman pangan lain, meskipun ada juga yang secara tradisi menanam padi dan jagung.

‎Untuk panen hari ini luas lahan sekitar satu hektare, dengan rata-rata hasil tujuh ton per hektare.

Ke depan kegiatan ini akan berkelanjutan, karena di sekitar lokasi masih ada lebih dari lima hektare lahan jagung yang siap dipanen.

‎Kompol Sidik menambahkan, Polri juga melakukan pengawalan mulai dari distribusi pupuk bersubaidi dan alat mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah hingga proses panen.

Selain itu, Polri turut membantu pemasaran hasil panen petani.

‎“Kami sudah bekerja sama dengan Bulog untuk menyerap hasil panen jagung petani, khususnya di Lombok Timur, Bulog menyerap jagung dengan kadar air 14 persen dengan harga Rp6.500 per kilogram,” katanya, kamis 7 Januari 2026.

‎Sementara itu, Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswathon, mengatakan potensi jagung di wilayahnya sangat menjanjikan.

Panen raya kali ini dipusatkan di satu desa Kalijaga Timur, dengan luas tanam sekitar 14 hektare.

‎“Jika digabung dengan dusun-dusun lain, total luas lahan jagung di Desa Kalijaga Timur mencapai lebih dari 20 hektare. Kondisi lahan yang berpasir sangat mendukung untuk tanaman jagung,” ungkapnya.

‎Selain jagung, lanjut Hiswathon, masyarakat juga didorong menanam sayur-mayur seperti tomat, cabai, kacang panjang, dan sawi sebagai bagian dari program ketahanan pangan serta untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.

‎Pemerintah Desa juga melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam program pertanian.

BUMDes sudah dua kali panen jagung, dan saat ini memasuki tahap kedua penanaman.

‎”BUMDes menyediakan benih dengan harga lebih murah untuk membantu petani,” pungkasnya.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan