Rayakan HUT ke-10, BPR Palembang Catat Kinerja Gemilang dan Raih Peringkat Terbaik Nasional

  • Bagikan
Foto bersama pada HUT Ke-10 PT. BPR Palembang (SuaraIndo.id/Dok)

SuaraIndo.id – PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Palembang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 yang digelar di Hotel Harper Palembang, Jalan R. Sukamto No.20, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, Jumat malam (30/1/2026).

Dalam momentum satu dekade perjalanan tersebut, Direktur Utama PT BPR Palembang, Syafril, S.Sos., C.R.R.D., memaparkan capaian kinerja bank yang dinilainya semakin solid, meski sempat menghadapi tekanan berat akibat pandemi Covid-19.

Syafril menjelaskan, dirinya mulai bergabung dengan BPR Palembang pada akhir 2019, di saat kondisi bank dinilai belum stabil. Upaya pembenahan yang direncanakan pada awal 2020 pun harus tertunda akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung hingga 2022.

“Dalam kondisi bank yang sehat saja banyak yang mengalami kemunduran, apalagi kami yang saat itu sedang berbenah. Namun Alhamdulillah, kami mampu bertahan,” ujarnya.

Memasuki tahun 2023, setelah pandemi mereda dan aktivitas ekonomi mulai pulih, BPR Palembang kembali menunjukkan pertumbuhan signifikan. Puncaknya, pada tahun 2024, BPR Palembang berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam rating perbankan daerah untuk kategori aset Rp100–250 miliar.

“Pada saat itu aset kami berada di angka Rp129 miliar. Kami memperoleh skor 99,06 dari nilai sempurna 100. Ini capaian luar biasa dan belum pernah diraih BPR di luar Pulau Jawa, khususnya dari Sumatera Selatan,” ungkap Syafril.

Penilaian tersebut, lanjutnya, dilakukan secara menyeluruh terhadap kinerja keuangan bank, mulai dari pertumbuhan aset, kualitas kredit, hingga rasio profitabilitas seperti ROA dan ROE.

Tak berhenti di situ, pada tahun 2025 kinerja BPR Palembang kembali dinilai dan hasilnya menunjukkan peningkatan. Berdasarkan informasi awal, skor BPR Palembang naik menjadi 99,58, dan dipastikan tetap berada di peringkat teratas. Hasil resmi penilaian ini akan dipublikasikan dalam majalah perbankan nasional pada Februari mendatang.

Syafril menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran BPR Palembang serta dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Palembang.

Dalam strategi bisnisnya, BPR Palembang memilih fokus pada segmen pasar yang dinilai mampu dikelola secara aman. Mengingat ketatnya persaingan dan banyaknya program kredit bersubsidi pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), BPR Palembang tidak terlalu agresif menyalurkan kredit UMKM.

“Kami tidak ingin memaksakan diri masuk ke segmen yang risikonya tinggi. Banyak UMKM masih terdampak kondisi ekonomi dan memiliki riwayat kredit bermasalah, termasuk dari pinjaman online,” jelasnya.

Sebagai gantinya, BPR Palembang lebih fokus pada pembiayaan konsumtif bagi masyarakat dengan penghasilan tetap, termasuk pegawai yang memiliki tunjangan di luar gaji pokok.

Selain pembiayaan, BPR Palembang juga menaruh perhatian besar pada edukasi keuangan sejak dini. Salah satunya melalui produk Simpanan Pelajar, yang telah dikembangkan selama dua tahun terakhir.

“Kami sudah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Palembang untuk menjangkau siswa SD dan SMP. Setoran awal kami tanggung, tabungan tanpa biaya administrasi, dan dilayani langsung melalui mobil kas keliling ke sekolah-sekolah,” paparnya.

Program ini diharapkan dapat menanamkan budaya menabung sekaligus memperkenalkan bahwa Kota Palembang memiliki bank milik daerah sendiri, yakni BPR Palembang.

Terakhir, Syafril berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kota dan masyarakat Palembang dengan memanfaatkan layanan BPR Palembang serta menghindari praktik pinjaman online ilegal.

“Semakin banyak masyarakat yang menggunakan jasa BPR Palembang, semakin besar kontribusi kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Palembang,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan