SUARAINDO.ID —— Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, mengingatkan pentingnya sinergi, kolaborasi, serta kepatuhan dalam menjalankan roda organisasi. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) periode 2025–2030.
Sekda menegaskan, keberhasilan organisasi dalam mewujudkan visi dan misi sangat bergantung pada variabel-variabel yang terukur.
Keterbatasan sumber daya bukanlah penghalang utama, melainkan keistikamahan dan konsistensi dalam menjalankan program yang akan menentukan hasil akhir.
Sekda juga menyoroti potensi besar jumlah tempat ibadah di Lombok Timur yang mencapai 4.268 masjid dan mushalla.
Menurutnya, angka tersebut merupakan kekuatan strategis yang dapat mendukung terwujudnya visi pembangunan daerah.
“Bayangkan potensi besar dari 4.268 titik tersebut. Kita harus berkolaborasi dan bersinergi demi mewujudkan masyarakat Lombok Timur yang semakin maju, adil, religius, dan transparan,” ungkapnya.
Sejumlah variabel penting dalam menjalankan organisasi DMI ke depan, yakni sinergi dan kolaborasi, komunikasi yang efektif, serta kepatuhan terhadap garis organisasi.
Sekda meminta agar seluruh pengurus menjaga kepatuhan tersebut agar tujuan besar DMI dapat dicapai secara optimal.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi NTB, H. Masyhur, data menunjukkan sekitar 74 persen masjid masih berorientasi dominan pada ibadah ritual semata.
Hal itu menjadi pekerjaan rumah besar bagi pengurus yang baru dilantik untuk secara bertahap memperluas fungsi masjid ke arah sosial, ekonomi, dan pendidikan.
DMI Lombok Timur didorong untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda agar lebih mencintai masjid, salah satunya melalui pengembangan konsep Masjid Ramah Anak.
H. Masyhur menyoroti pentingnya transformasi digital, tidak hanya dalam konten dakwah, tetapi juga pada manajemen organisasi.
Menurutnya, pendataan masjid berbasis teknologi informasi menjadi kunci untuk mewujudkan tata kelola yang transparan dan akurat.
Di sisi lain, Ketua Pengurus Daerah DMI Kabupaten Lombok Timur, M. Husni Mubarak, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan.
Husni menegaskan komitmennya menjadikan DMI Lombok Timur sebagai pilar penting dalam pembangunan peradaban.
Dalam visinya, DMI menargetkan transformasi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat peradaban Islam yang berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Husni memaparkan empat langkah strategis, yakni penguatan fungsi sosial masjid, peningkatan kualitas pengelolaan masjid, pengembangan dakwah dan pendidikan Al-Qur’an melalui program kemasjidan ramah anak, serta penguatan kolaborasi antara DMI Lombok Timur, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan













